Sunday, January 4, 2026

First Trip 2026: Perjalanan Mudik Tersingkat

Akhir pekan pertama diawal tahun ini saya terpaksa harus mudik pulang kampung ke Cirebon karena harus mengambil suatu berkas penting. Alhasil karena waktunya terbatas, jadi milih waktu yang pas ya cuma pekan ini. 

Jadi rencana perjalanan kali ini, tanggal 03/01 saya berangkat dari SBY ke CRB, berangkat jam 17:45 dan besoknya tanggal 04/01 jam 13:44 sudah harus kembali dari CRB ke SBY lagi. Jadi total hanya 12 jam kurang lebih saya di CRB. 

Ini suasana perjalanan menuju stasiun, kondisi hujan, untung saja perjalanan lancar, sesuai estimasi GMaps. 

Sabtu sore sekitar pukul 15:30 saya start dari Pandaan, tiba di Sta. Ps. Turi sekitar 17:11, langsung check in dan masuk ke area peron, gak lama sekitar jam 17:20 kereta sudah tersedia di jalur #1. Sambil menunggu penumpang lain masuk supaya gak berdesak-desakan jadi saya menunggu di peron. 

Itu dia tanjakan menuju jalur #1 pas dengan gerbong yang akan saya naiki berhenti tepat di plang penunjuk nomor gerbong, lihat saja itu plangnya. 

Ini pas saya baru datang, karena ramai jadi saya cari sela buat duduk di pinggiran taman, karena kursi² pada penuh. Itu barang bawaan saya pas difoto menghalangi view jalur #1.

Suasana stasiun sore ini cukup ramai sih, ruang tunggu tadi rame jadi maka nya saya langsung saja ke arah peron, menunggu di pinggir jalur #1. Sekitar jam 17:30 saya putuskan masuk kereta, karena antrian sudah lengang juga. 

Foto diambil dari pov kursi dimana saya duduk, itu arah belakang kereta, dimana gerbong eksekutif berada di arah ujung dimana saya foto. 

Sayangnya saya pilih kursi #1A dan itu ternyata berjalan mundur, sangat kurang beruntung, tapi gak masalah, saya bukan tipe orang ribet dengan kereta maju mundur, yang penting kereta berangkat mengantar saya sampai tujuan dan on time. Saya bukan tipe orang yang ribet dengan masalah pusing hanya karena kereta berjalan mundur. 
Itu view lokomotif, urutan gerbong, belakang lokomotif itu Premium #1, #2, #3 gerbong yang saya naiki, selanjutnya gerbong makan, setelahnya entah premium atau langsung lanjut eksekutif, yang jelas arah sana itu arah gerbong eksekutif berada.

Itu gerbong #3 yang akan saya naiki, saya foto dulu sebelum saya naiki. Jadi saya nebak, arah nomor #1 dimana, saya lihat di emblem di pintu masuk, arah penomoran di sana tertulis ⏪ 01 20 ⏩. Jadi ya saya langsung menuju pintu sebelah kiri difoto di atas. 

Kereta berangkat on time sesuai jadwal, dan itu bagus. Ternyata di dalam kereta walaupun premium area kaki itu sempit, untuk postur tubuh saya yang panjang kaki ini sempit sih. 


Sesuai situasinya, kereta berjalan mundur, kereta jalan tanda saya harus istirahat. Perut sudah mulai lapar sih, coba ngemil² dulu terus istirahat deh sepertinya. 

Di kereta saya tidur amat pulas, terbangun 2x di sela-sela saat tiba di Stasiun Semarang Tawang saya bangun makan bekel yang dibawain Dewi. Habis makan tidur lagi, bangun² selepas Stasiun Tegal. Tidur ayam, kemudian terjaga sampai Stasiun Cirebon sekitar pukul 00:15 lah. 

Kemudian saya turun, ditemani gerimis ringan, lalu saya berjalan kaki ke arah Jalan Siliwangi, di sana cari ojek online. Gocar kisaran 34K, Maxim Car 25K dan Maxim Bike 13K.

Sampai rumah, ngobrol² sama Papa, sampai jam 2 pagi, /3 pagi saya baru bisa tidur. Terbangun jam 6 pagi, cari barang² yang diperlukan, packing dulu sebagian. Jam 9an saya sudah meluncur keluar cari oleh² pesanan nya mami. Saya ke Jagasatru, terus ke Ayam Bahagia beli ayam kesukaanya papa pesanan Dewi belikan buat papa, terus saya cari bekel buat perjalanan pulang kembali ke SBY. 

Bingung bekel buat di jalan nanti makan apa, akhirnya saya beli nasi lengko aja 8K, kemudian nanti sebelum berangkat coba mampir ke martabak manis Queeen. Tadi coba ke pusatnya di Lawanggada eh masih tutup, bukanya jam 10, coba yang di deket rumah (Perum) ya tutup juga. Nanti aja coba sebelum berangkat mampir, buat ganjal perut di jalan beli itu saja. 

Saya berangkat dari rumah CRB jam 12 siang, karena harus mampir dulu kan beli bekel perjalanan dan memang benar sudah buka, jadi saya beli satu porsi buat bekel. 

Tiba di Stasiun CRB sejam sebelum kereta datang. Jadi lebih tenang dan santai, soalnya kalau gak buru² berangkat takutnya tiba² hujan, soalnya suasana Kota Cirebon sudah mendung,  memang gak gelap² banget mendungnya, tapi daripada tiba² hujan kan repot soalnya bawaan banyak, koper plastik penuh muatan hasil bumi: pisang, ubi, bahan makanan lainnya, pakaian. 

Kereta berangkat on time 13:35 sudah masuk peron dan 13:44 sudah beranjak meninggalkan stasiun. Yups, perjalanan menuju SBY kembali dimulai. Mudah-mudahan semuanya lancar sampai SBY sesuai jadwal. Dan di SBY parkir onlinenya gak bayar mahal².

Ini suasana di dalam kereta Harina saat arah kembali ke SBY, sekitar jam 13:45

Ini view dari sudut Stasiun Cirebon sisi paling kanan dari arah pintu keluar penumpang

Ini view dari peron #1 jalur penumpang yang mau mengarah ke jalur #2 dan #3 tanpa melalui tunnel

Ini view peron jalur #2 ketika ada kereta lain tengah berhenti di stasiun, suasana siang sembari menunggu kedatangan Harina


Penumpang yang naik dari CRB ini lumayan banyak juga sih, yang turun dari BDG ke CRB juga ya lumayan, ya sebanding dengan yang naik. 

Oh ya, btw keberangkatan kali ini saya duduk di kursi nomor #20B, tidak dekat jendela. Kalau pas berangkat kemarin saya mundur, kali ini maju. 

Jadi ada tips nih buat yang mau Harina, supaya duduknya maju atau tidak mundur, dan mudah-mudahan sih urutan keretanya gak berubah ya, karena mempengaruhi maju mundurnya arah kereta saat berjalan nantinya. 

Kereta Harina relasi SBY - BDG, urutan keretanya ketika saya naiki saat ini, urutannya adalah lokomotif lalu gerbong premium #1 - #4, lalu dipisahkan kereta makan/restorasi, lalu baru gerbong eksekutif dibagian belakang. Tetapi ketika nanti relasi sebaliknya, BDG - SBY, urutannya jadi dibalik: lokomotif lalu gerbong eksekutif, lalu kereta makan/restorasi, lalu baru gerbong premium, dimana premium nomor kecil ada dipaling bontot. 

Tips informasi lainnya soal kursi supaya duduknya kita searah dengan arah kereta, maka coba perhatikan hal ini. 

Sewaktu berangkat, saya contohkan gerbong premium #3 saja seperti yang saya naiki kemarin, saya pilih duduk dinomor #1A, nah ini kita berjalan mundur jadinya. Tips tambahan pilihlah nomor kursi #1A atau #1B, 1C atau #1D atau #20ABCD. Nomor kursi yang paling ujung dekat pintu akan dapat kelebihan spot menaruh koper di belakang kursi, ditambah jika pemilihannya tepat bisa sesuai dengan arah laju kereta. 

Sewaktu arah pulang kembali ke SBY pilihlah nomor kursi dengan angka besar seperti #20A atau #20B, atau #20C atau #20D. A dan D itu yang dekat jendela dan B dan C itu yang dekat gang ini memudahkan yang ingin keluar masuk. 

 

Kesimpulan pilih kursi dengan angka besar #20 itu yang arahnya selalu maju ke depan. Berkaca dari pas berangkat, saya pilih nomor #1 eh malah mundur, justru nomor #20 itu arahnya maju ke arah BDG. Pas pulang ke SBY untungnya saya pilih angka besar #20 dan ternyata arahnya maju menuju SBY. 

Padahal saya pikir kalau seharusnya jika posisi tidak berubah, ketika #1 waktu berangkat ke BDG mundur, pas pulang ke arah SBY harusnya #1 itu maju, tapi nyatanya tidak begitu, justru nomor #1 itu baik ke arah BDG dan SBY itu akan selalu tetap mundur. Ini yang terjadi di Premium #3 Harina (siang). 

Sedangkan kursi nomor #20 itu akan selalu maju baik ke arah BDG dan SBY. Maka pilihlah angka besar ketika naik Harina (siang/ pada gerbong Premium #3) 

Itu sih tips yang bisa saya bagikan, buat yang butuh spot tambahan ketika menyimpan koper. Tentunya ada yang suka ada yang tidak, ada yang senang di tengah karena lebih lega, tapi menurut saya sama saja, namanya gerbong premium status ekonomi itu semua sama. Cuma ya biasa orang tua senang di bagian tengah atau yang biasa berangkat berempat memang enak ditengah. 

Nasi lengko yang saya bawa eh malah kena basahan, jadinya saya gak bisa makan karena basah kena air, bener² menyebalkan, mana pas laper. Untung tadi bawa terang bulan Queen, jadi bisa ganjel itu sampai tiba di SBY. 

Perjalanan pulang ini ya saya sempet tidur beberapa kali, terbangun ketika di Stasiun Cepu, saya coba keluar kereta berdiri di peron sambil menikmati udara segar di wilayah Cepu. Selepas ini perjalanan menuju SBY masih 2 jam lagi. 

Suasana peron Stasiun Cepu saat magrib

Saya tiba di SBY sekitar pukul 20:05, ya sesuai dengan jadwal, tidak mbleset. Sampai di stasiun saya langsung menuju Datsun yang saya tinggal lebih dari 24 jam, kita lihat berapa biaya parkirnya? 


Ternyata parkirnya cuma bayar Rp 75.000,- 24 jam lebih, karena masih belum sampai 24 jam kedua jadi tarifnya masih kena hanya tarif pertama, jika nanti lewat harian kedua baru kena tarif kedua Rp 50.000,-


Akhirnya perjalanan trip singkat SBY - CRB PP berakhir, dengan tibanya saya kembali ke Pandaan dengan selamat. Semua barang² bawaan telah berhasil dikeluarkan dari tas koper, syukurlah semua aman. 

Ini jadi jurnal traveling saya diawal tahun 2026. Bagaimana dengan perjalanan berikutnya ditahun ini. Ditunggu saja updatenya diblog ini. Sampai jumpa lagi dipostingan berikutnya. -cpr

#onedayonepost
#trip2026
#jalanjalan
#jurnal
#sbycrb
#crbsby

No comments:

Post a Comment