Showing posts with label Fishing. Show all posts
Showing posts with label Fishing. Show all posts

Wednesday, January 29, 2025

Mancing Terakhir, Setelahnya Apakah Akan Ada Mancing (Lagi)

January 29, 2025 0 Comments
Tidak tahu apakah setelah ini akan ada aktivitas mancing lagi, ya entah mancing bersama keluarga atau acara gathering atau acara lainnya. Yang pasti mancing, tapi kalau mancing sendiri sepertindilu, sendirian, gabut, itu sudah gak mungkin. 

Sebenarnya video ini sudah saya coba resume dan editing untuk diupload ke YouTube, tetapi pas mau editing selalu gagal, jadi beberapa kali gagal upload terus. 

Pas akhirnya ini karena memorynya kepenuhan akhirnya mau gak mau videonya saya gabungkan tanpa editing, asal combine jadi satu video utuh. 

Postingan ini juga saya buat backdate untuk informasi saja, supaya kalau pas nostalgia lihat dimomen kapan peristiwa itu terjadi sekiranya pas, meskipun isinya ditulis dimasa sesudahnya. Jadi saya catat post ini pada 25-10-2025, dipublish backdate. 

Saya mancing 'terakhir' ini bersama Gonzales, kita mancing ke Tlocor yang paling ujung. Jadi kita parkir di parkiran paling ujung, lalu kita jalan kaki menyusuri tambak² warga di sana. 

Sebenarnya ditambak warga itu ada ikan, tapi kita kan mau mancing di situ takut gak dibolehin, jadi ya kita cari tambak yang sekiranya gak terurus.

Waktu itu anginnya kenceng banget di sana, bener² seh, sudah gitu juga panas nya poool. Oh ya memang waktu itu lagi musim angin besar, sampai ada yang sampe muter gitu anginnya, plus ada yang tersambar petir. 

Jadi saya dan Zales ini berjalan sampe ke ujung, arah ke utara deket laut, tapi pesisir lautnya masih gak keliatan sih.

Untung saya masih simpan screenshoot GPS sewaktu saya mancing, plus juga aplikasi titik spot dimana saya mancing dan dapat ikan saya tandai diaplikasi itu. 

Itu spot dimana kami dapat ikan

Dispot ini kami paling lama memancing, ini ada di videonya koq

Nah ini GPS Maps nya dimana lokasi saya berasa, itu dekat banget sama laut, tapi kenyataannya tidak terlihat lautnya. 

Selengkapnya bisa ditonton di video yang sudah saya gabungkan di Channel YouTube pribadi saya. 

Segitu saja yang bisa saya bagikan, saya juga lupa sih waktu itu gimana² nya. Kita yang jelas pulang karena kelaparan, bawa uang pas²an, salahnya kita gak bawa air minum, kalau bawa minimal air minum dan gorengan aja mungkin bisa sampai sore. 

Oh ya terus juga menjelang sore ternyata angin makin kencang dan ada tanda² hujan mau turun, dari kejauhan itu awan gelap datang, kita buru² kembali ke parkiran takut aja kesamber petir. 

Perjalanan menuju parkiran diterpa angin kencang, sampai joran saja ya bisa terbawa angin, saking kencangnya angin, suara belahan angin oleh joran kita aja sampe berbunyi. 

Eh habis meninggalkan Tlocor ujung, ternyata sampai sore kita lanjut mancing lagi di kolam liat punya warga yang keurus, di sana kita mancing mujaer, nila, tapi masih kecil², dapat besar pun hanya 1-2 ekor saja, sampe menjelang magrib kita baru pulang meninggalkan Tlocor. 


Begitu kira² catatan mancing edisi terakhir, karena kedepan belum tau kapan bisa mancing lagi. Sampai jumpa dicatatan mancing lainnya, yang entah itu kapan. Karena yang ada setelahnya hanya ada 'mancing keributan'. -cpr

#onedayonepost
#mancing
#hobi
#fishing
#tlocor
#mancingliar

Sunday, December 22, 2024

Trip Fishing #07 : Mancing Harian, Sinar Kalisogo Again

December 22, 2024 0 Comments
Setelah dua minggu berturut-turut, kali ini minggu ke-3 Desember, mancing terooos. Kemarin dua minggu full mancing kiloan, bisa bangkrut begitu terus. Jadi kali ini coba mancing harian. Walau sudah bisa dipastikan hasilnya jauh dari harapan.

Tujuan saya adalah ke Kolam Pancing Sinar Kalisogo, Jabon, Sidoarjo. Ini kali kedua saya mancing ke sini, sebelumnya bisa dibaca pada post sebelumnya.


Dengan rekan sehobi, bro Kristian rekan saya mancing kali ini. Berangkat sekitar jam 6 pagi dari Pandaan. Targetnya gak muluk² tengah hari sudah bisa pulang, dengan atau pun tanpa hasil. Niatnya buat refreshing.

Untuk tarif mancing harian di sini masih sama Rp 20.000,- per kepala. Area mancingnya ya kolam seluas 4 hektar. Untuk ikan ya beragam campur aduk, tapi dominasinya ya mujaer. Cuma rata² mujaer bayik. Makanya saya namakan "ikan bayik".

Jadi pertama datang masih pagi, masih sepi. Saya coba dispot pertama itu di sekitar area dimana waktu dulu saya pernah mancing. Tapi di sini gak lama karena sepi sambaran ikan, bahkan umpan pun enggan dimakan. Saya beruntung mengawali strike di sini, ikan bayik.

Rata² pemancing di sini menggunakan tegek dengan umpan lumut. Hasilnya ya gak jauh beda, ikan² bayik, paling gede² nya ya tiga jari, kalau beruntung baru empat jari up, tapi sangat jarang sekali. Hari itu aja kayanya sedikit yang strike waw.

Kalau dihitung hasil strikenya itu bisa lebih dari 10 ekor sih, tapi ya itu bayik semua, yang tercatat ukuran agak besar dan itu juga mungkin mujaer remaja hanya dua ekor, sisanya bayik semua. Akhirnya pas mau pulang ikan itu kami berikan ke pemancing lain yang ada di dekat kami.

Untuk ikan bayiknya sih saya rilis, gak ada yang saya angkat, yang bayik saya lepas lagi supaya besar lah, kasian kalau kecil begitu juga harus diangkat dan dimasak, gak ada kelangsungan hidup di kolam, harapan saya sih bisa makin banyak ikannya supaya kalau mancing ke sini lagi jadi semangat buat mancing. Bayangkan lho luasan 4 hektar jika isinya ikan kecil doang ya kaya gak berbobot.

Saya jadi membayangkan jika punya kolam sebesar ini, saya bakal rajin memasukan bibit ikan ke dalamnya, bisa jadi agenda rutinan untuk memasukan ikan apa saja, terutama ikan-ikan yang gak saling memangsa, sehingga bisa hidup berdampingan, supaya kalau mancingnya lebih menghibur. Ya namanya menghayal, seandainya punya kolam sebesar ini, saya buka Sabtu - Minggu untuk mancing harian, dengan ikan yang relatif lebih besar-besar gitu. Konsep harian diubah bukan untuk mencari lauk, tapi lebih ke hiburan, ikan yang berhasil dipancing bisa dibawa atau dirilis.


Ini pas dapat ikan remaja

Lagi² ikan bayik yang didapat

Selepas tengah hari kami memutuskan mengakhiri mancing hari ini, kebetulan umpan cacing juga sudah habis, dan langit sudah mendung bahkan gerimis ringan, jadi kami pulang. Toh sudah cukup puaslah, bayar 20K, walau hasilnya gak ada, tapi hati terpuakan.

Singkatnya aktivitas mancing kali ini bisa dilihat di channel Youtube saya, tautan videonya saya bagikan dibawah ini.


Sekian dulu catatannya, lain waktu saya akan ke sini lagi nyoba dengan alat fish finder yang saya punya, ingin mengecek aja sih seberapa dalam kolam di sini. Sampai jumpa dicatatan trip mancing lainnya. -cpr

#onedayonepost
#fishingtrip
#mancingharian
#sinarkalisogo

Saturday, December 14, 2024

Trip Fishing #06 2024 : 2 Joran, 2 jam, 4 orang, 4,8 kg

December 14, 2024 0 Comments
Baru selang seminggu, awal pekan ditengah Desember ini saya kembali ke kolam bandeng lagi, masih di lokasi yang sama seperti minggu yang lalu, hanya kali ini dengan tim yang berbeda.


Tim kali ini adalah saya, Gonzales, Gallang dan Rofi. Yups kami kali ini hanya berempat, hanya bermodalkan 2 joran saja. Niatnya mau sewa di sana, tapi pas kami datang pagi itu sekitar pukul 07:50 ternyata tempat sewanya masih tutup. Alhasil kami menggunakan piranti yang ada, yakni yang saya bawa dan Gonzales bawa.

Kami memulai aktivitas mancing pas jam 08:00. Seperti biasa, saat kami tiba di sana masih sepi, ya ada beberapa angler yang sudah mendahului kita. Kita pilih lokasi dimana minggu kemarin dapat hasil maksimal.

Ada yang berbeda pagi ini, di lokasi seperti nampak air kolam itu lebih tinggi daripada minggu lalu. Kemudian tanahnya itu becek atau ledok lumpur gitu, sampai² sandal kami jadi penuh tanah ketika kami melangkah di pinggiran kolam. Jadi kita mancing dengan ledok² tanah gitu deh.

Sampai jam /9 yang open sewa joran di sana gak juga datang, alhasil ya sudah kami mengandalkan dua joran yang ada dengan saling bergantian.

Galang mencoba peruntungan lebih dulu dan berhasil strike.

Strike pertama dimulai oleh Galang, dengan joran saya. Selanjutnya Rofi mencoba peruntungannya, dia bisa strike, dan bahkan berhasil combo strike, ini jadi momen menarik sih, hoki yang sangat baik pagi ini, mengawali rejeki beberapa menit kedepan.


Bukan bandeng kecil, bisa combo itu mantab sih, hoki nya bagus

Selanjutnya Gonzales menyusul dengan strike gagal, tapi lanjut lempar lagi dan berhasil strike, bahkan beberapa dia strike lebih dulu. Saya saat itu memilih makan dulu, sambil nonton mereka mancing. Hingga tiba giliran saya karena masih nol strike.

Sempet terintimidasi dan frustasi dimenit awal karena menunggu beberapa menit gak ada samberan. Mulai makin terintimidasi oleh Gonzales yang terus dapat. Namun akhirnya karena bersabar tiba juga strike pertama saya, telur pun pecah. Habis itu ya berlanjut bergantian strike, kami saling berganti strike satu sama lain.

Sampai pukul 09:30 itu tangkapan sudah melewati 3 kg, hanya dengan 2 joran, 4 orang saja hasil tangkapan kami cukup produktif pagi itu dibandingkan dengan angler lain. Lokasi kami ini memang cukup OP untuk mendapatkan ikan. Jika mulai syulit ikan, kita tebar 'bom umpan', gak lama pasti strike.

Saya juga sempet iseng casting di sungai yang mengarah ke muara, saya pikir ada ikan di sana, tapi ternyata tidak ada, sepi tarikan ikan dan mungkin juga gak ada ikan di sana.

Pas mendekati pukul 10:00 kita mutuskan untuk melakukan lomba dengan dua joran, agar diperoleh 2 personel pemenang. Tim #1 Galang vs Rofi dan Tim #2 Gonzales vs saya. Aturan main, lempar bersamaan, siapa yang duluan strike dan angkat ikan dialah pemenangnya.


Juara dari tim #1 : Galang first strike

Galang dan Rofi duluan, mereka lempar umpan. Galang lempar hanya +- 5 meter dari pinggir, sedangkan Rofi lempar agak jauh, selisih 1 meteran lah. Dari sini saya menebak Galang akan lebih beruntung dan benar, dia strike, sedangkan Rofi zonk sampai ikan berhasil naik.

.

Juara dari tim #2 : saya sendiri sebagai pemenang strike pertama dan ternyata Gonzales juga menyusul beruntung strike juga setelah saya

Selanjutnya giliran Gonzales versus saya. Saya yang sudah paham triknya, tidak akan melempar terlalu jauh, begitu juga Gonzales melakukan hal serupa. Namun keberuntungan masih memihak pada saya. Saya strike lebih dulu dan berhasil angkat ikan. Ternyata gak lama Gonzales strike juga dan berhasil angkat ikan. Meski begitu saya tetap jadi pemenangnya karena lebih dulu strike dan angkat ikan.

Setelah lomba singkat kami putuskan mengakhiri trip mancing kesekian ini dan beres² lalu menimbang hasil pancingan, hasilnya bisa kalian lihat didokumentasi dibawah ini.


Waktu ditimbang di awal, itu berat 5 kg, tapi pas dibawa ke pembayaran realnya hanya 4,8 kg. Keitung bobot jaring ikan dan airnya. Tapi oke sih, itungan kiloannya sesuai. Total bayar itu Rp 171.000,- pembayaran saya gunakan QRIS. Jadi sudah cukup canggih, gak perlu tunai² kalau gak sempet ambil tunai. Cuma untuk beli jajan mau gak mau cash.

Selesai timbang lanjut ke cabut duri. Seperti yang saya infokan di postingan sebelumnya, untuk cabut duri harganya Rp 3.000,- per ekor. Waktu tunggunya rata² sejam lah, jadi perlu sabar menanti.

Menjelang tengah hari saya dan teman² sudah bisa meninggalkan lokasi dan kembali ke Pandaan. Nah sisa waktu yang masih panjang niatnya mau langsung bakar di kos, tapi ternyata listrik mati, jadinya ditunda malam harinya.

Bahasan soal acara bakar² nya dibahas dipostingan terpisah. Untuk trip mancing ke-6 ditahun ini saya sudahi, mancing yang sangat memuaskan sekali. Waktunya efektif, singkat tapi dapat hasil banyak dan saya puas strike ikan. Dokumentasi nanti bisa dicek di channel youtube pribadi saya.


Sampai jumpa ditrip mancing lainnya. Akankah ditahun ini akan ada trip mancing lagi? -cpr

#onedayonepost
#fishingtrip
#refreshing
#kolambandeng
#bandengsedati
#kolampancinglaguna
#fishing

Saturday, December 7, 2024

Trip Fishing #05 2024 Bandeng : Kolam Pancing Laguna, Sedati

December 07, 2024 0 Comments
Mengawali pekan kedua Desember ini saya dan teman eks sekantor pergi refresing mancing bareng. Kebetulan sudah lama juga gak mancing bareng.

Saya, Kris, Angga, Sena dan adiknya pergi ke utara Sidoarjo, tepatnya di kolam bandeng daerah Sedati, Sidoarjo. Tujuan kita ke Kolam Pancing Laguna, lokasinya paling ujung ud mau ke arah laut utara Sidoarjo.

Terakhir saya mancing bandeng di daerah sini itu di Mega Prima Fishing, di sana ya sama kolam bandeng juga. Tapi berhubung di sana per kilo bandengnya mahal, jadi kita memilih tempat lain. Di Laguna ini per kilo nya Rp 35.000-. Denda 50K per ikan jika diketahui melepaskan kembali ikan ke kolam.



Sekedar informasi, untuk cabut duri di sini per ekor dihargai Rp 3.000,- untuk ikan kecil Rp 2.000,-. Untuk biaya parkir kalau gak salah Rp 5.000,- untuk mobil, kebetulan saya ke sini naik mobil. Nasi bungkus campur itu @ Rp 10.000,- dan untuk harga minuman seperti es teh dicup plastik 600 ml up @ Rp 5.000,-. Es krim keliling kisaran Rp 8.000,- sampai dengan Rp 15.000,-. Untuk jajanan, jangan khawatir karena banyak pedagang yang keliling menawarkan, walau gak sering tapi ada.


Tiba di lokasi kami langsung memilih spot, jadi di sini ada beberapa kolam yang bisa dipancing. Tetapi pas kami datang masih sepi, jadi kita bingung kolam mana saja yang ready. Kami memilih kolam sebelah kanan dari bangunan utama.

Di sisi sebelah kiri bangunan utama juga ternyata ada kolam yang bisa dipakai untuk memancing. Ada beberapa kolam di sini, tapi tidak terlihat jelas mana yang bisa dipancing mana tidak. Karena kolam kiri atau kanan bangunan utama saja yang ada atap seng pelindung dari terik matahari.

Untuk set tackle yang saya pakai itu ya joran made in China yang beli murah 100K dapat 2 joran, dan reel pakai Kenzi Rambo SW #4000, dengan senar PE.


Suasananya seperti yang terlihat didokumentasi di bawah ini.


Itu view salah satu kolam yang kami pancing hari ini. Di seberang sana adalah lokasi kedua yang kami pilih dan di sana kami dapatkan banyak ikan daripada spot sebelumnya dimana saya ambil foto ini.

Jadi di titik pertama kita mancing, di sini hoki kami bener² tidak baik. Bayangkan, kiri kanan kami pada berhasil strike ikan, padahal angler yang baru datang, sedangkan kami berlima tidak berhasil strike.

Sampai akhirnya Kristian berhasil strike bandeng pertama, lalu disusul saya strike. Setelah itu cukup lama gak strike sampai mau setengah hari. Saya sempet juga pindah ke spot sisi lainnya yang tidak ada atap pelindung panas, di sana ya nihil sepi tanpa sambaran sama sekali.

Di spot pertama ini saya masih beruntung strike 3 ekor dan Kristian 2 ekor. Sedangkan 3 lainnya belum dapat strike sama sekali. Sampai akhirnya Sena dan adiknya pindah spot di seberang yang saya foto tadi.

Pindah di sana Sena dan adiknya juga nihil sampai mau tengah hari, padahal kiri kanannya berhasil strike ikan berkali-kali. Sampai akhirnya, ada angler yang sudah dapat cukup ikan pulang, di spot itulah si Sena berhasil strike ikan pertamanya.

Saya, Kristian dan Angga pun akhirnya memutuskan pindah spot ke tempat Sena dan adiknya. Sampai kami ke sana, mereka baru dapat satu ekor saja. Sampai akhirnya joran Kristian disambar ikan sampai kecebur, untungnya masih berhasil diselamatkan berikut dengan ikan yang masih terhook up di kail. Tackle yang Kristian gunakan itu beharga Rp 1,4 juta, ditambah jorannya termasuk barang investasi yang harganya bisa tinggi dimasa yang akan datang. Bayangkan jika tackle itu rusak atau gagal diselamatkan.

Setelah kejadian kecebur itu kami saling bergantian strike sampai total ikan yang bisa kami bawa adalah 6,42 kg, total yang harus kami bayar adalah Rp 225.000,- dengan jumlah ikan 27 ekor. Bobot rata-ratanya per ikan 0,23 kg atau 230 gram.

Kami mutuskan untuk pulang setelah tahu sudah dapat banyak, sekitar jam 14:00, suasana saat itu sudah mulai mendung. Ternyata pilihan kami tepat, karena selang 30 menit hujan datang. Bayangkan jika kami belum selesai, repot juga merapihkan alat² ketika hujan, pastinya akan membuat sangat tidak nyaman.

Setelah beres kami kembali ke bangunan utama untuk membayar hasil tangkapan dan sekalian cabut duri sekalian, supaya sampai rumah ikan bisa langsung diolah dan bisa dikonsumsi.

Cerita mancing kali ini bisa ditonton juga kilasannya di video yang saya tautkan dibawah ini dari Channel pribadi saya.


Oh ya, di akhir video di atas kan ada bonus track. Jadi pas kami tengah menunggu proses cabut duri. Ada angler lain yang datang ke sana itu menargetkan ikan lain (selain bandeng). Ikan apa itu?

Ikan kakap putih dan kerapu. Itulah ikan yang mereka incar, karena mereka ke sana dengan bekal umpang udang hidup. Kita tahu bandeng tidak makan udang, karena bandeng tambak itu diberi makan pelet.

Mereka datang sekitar berlima atau berenam, menargetkan ikan yang sama. Pas kebetulan mereka strike seekor ikan kakap putih ukuran besar, mantab sekali, seperti dokumentasi di bawah ini.


Ternyata strike mereka tidak cuma di sana, mereka berhasil strike beberapa ekor ikan, yang berhasil saya lihat dan catat, dua ekor kakap putih besar, seekor kerapu ukuran sedang dan tiga ekor baby kakap putih. Mereka strike ikan itu di kolam dekat dengan bangunan utama, lokasi cabut duri, itu di pinggiran saja, tidak melempar umpan jauh² dari tepian.

Dengar² jika strike ikan itu ternyata tetap harus bayar juga lho, gak gratis. Walaupun dibeberapa kolam pancing dekat muara, ikan kakap putih sering dianggap ikan hama karena memakan bibit ikan² tambak bandeng. Tapi di sini ikan itu dihargai cukup lumayan Rp 60.000,- per kg untuk kakap putih dan Rp 70.000,- an per kg untuk kerapu.

Bayangkan ikan difoto tadi berapa kg seekor, sedangkan mereka dapat besar 2 ekor, belum yang kecil² nya, dikalikan per kg nya, bisa² mereka habis bayar 500rb up.

Kalau menurut pikiran saya, misalkan menargetkan ikan kakap putih, mending mereka mancing di muara sekalian, toh dari lokasi kolam pancing Laguna ini ke arah muara itu hanya tinggal beberapa ratus meter saja. Soalnya nominal yang harus dibayar itu gak sedikit lho untuk ikan yang mereka dapatkan itu, eman² kan bayar sampai /2 juta lebih untuk ikan² itu. Kalau mereka anak sultan si gak masalah ya, tapi kalau hanya orang biasa kayanya terlalu eman² uangnya.

Di beberapa tambak, ikan kakap putih sering dianggap hama, karena memakan benih/bibit ikan tambak, sehingga ketika ada yang bersedia memancingnya dengan sukarela ya silakan saja, ikannya bisa dibawa gratis-tis. Namun di kolam pemancingan ini aturannya beda, apapun yang ada di kolam tentunya bisa jadi uang.


Begitulah kira² catatan event mancing saya dan teman² menjelang akhir tahun 2024 ini, bisa jadi momen kenangan untuk masa depan.

Sekedar informasi, jika kalian mau mancing di sini, kalian datang di Sabtu dan Minggu saja ya, karena kolam ini hanya buka di akhir pekan saja. Hari biasa itu tutup ya, jadi supaya gak kecele datang hari biasa ternyata tutup.

Set tackle yang kami gunakan, ada gabung dengan gear set buat ngecamp segala. Ya bagasi aktivitas outdoor yang biasa saya gunakan.

Sekiat catatan refreshing kali ini. Semoga bisa berlanjut di lain kesempatan. Bisa setidaknya mengurangi kram dan stres pada otak, jiwa dan perasaan ditengah kondisi tempat bekerja yang penuh dengan ketidakpastian. Salam satu joran, mancing mania, mantab!!! -cpr

#onedayonepost
#fishingtrip
#refreshing
#kolambandeng
#bandengsedati
#kolampancinglaguna
#fishing

Monday, March 4, 2024

Trip Fishing #04 2024: Kolam Pancing Harian Sinar Kalisogo

March 04, 2024 0 Comments
Awal pekan kali ini saya mau nyobain kolam pancing harian, selama ini belum pernah mancing di kolam harian, selalu yang kiloan. Jadi nyobalah ini, berharapnya sih tinggi, ekspektasinya.

Kolam harian itu selalu dinilai (-) mayoritas pemancing yang kurang bagus hokinya. Why, ya karena ekspektasi lebih tinggi dari hasil.

Mereka berpikir sama² kolam, di kolam kiloan kan bisa dapat banyak, jika dibuat harian pastinya kan dapatnya banyak juga, tapi pada kenyataannya berbeda. Kolam yang buat harian dan kiloan memang dibedakan. Kita pun gak bisa memastikan apakah ada ikan atau tidak, tidak seyakin kolam kiloan yang pasti ada ikan, karena itu dijual.

Kolam pancing harian Sinar Kalisogo ini berada di daerah Tlocor, tidak jauh dari kolam pemancingan Abah Saring yang biasa saya datangi.

Kolamnya luas dan dalam, jadi wajar saja ikannya menyebar kemana-mana, yang di pinggir hanya ada ikan kecil².

Pagi ini saya datang lebih awal, jam 6 pagi sudah di sana, ternyata sudah ada beberapa angler yang standby di sana. Salah¹ angler dari jauh, itu anak² muda dari Malang, datang dengan mobil, mereka sudah di sana sejak jam 5 pagi.

Kali ini saya pakai kostum lengan panjang, sarung tangan biar gak item, buff dan sepatu boot, ternyata ini bermanfaat buat sambangi spot casting yang berlumpur.

Di kolam pancing Sinar Kalisogo ini ada beberapa kolam, dan ternyata gak semuanya digunakan kolam pancing harian. Hanya kolam ukuran besar persegi panjang lah yang digunakan untuk mancing harian, bayar Rp 20.000,- per orang.

Ini pas baru datang, habis bayar tiket masuk, kiri kanan itu kolam kiloan, yang kolam hariannya ada di luruskan jalan ini.

Di sini juga ada rumah makannya, jadi kalau ada yang mau mancing sambil makan ya bisa juga, ikannya diambil dari kolam kiloan.

Karakter kolam² di sini adalah ikan campur, tapi memang dominan nila, mujaer. Ada juga bandeng, bawal, melem/nilem, patin bahkan kepiting juga ada, katanya dulu ya ada lobster dan udang segala lho.

Ini dia suasana kolam hariannya, terik sekali hari ini.

Di kolam harian yang luas ini, ukuran ikan emang bervariasi, dan banyaknya ikan² kecil di bawah umur, 1-2 hari paling besar dan itu yang paling sering strike naik dan dibawa pulang. Katanya dulu pernah ada yang dapat ikan bandeng 2,5 kg, tapi ya balik lagi di kolam seluas ini, kemungkinannya sangatlah kecil, jika tidak diisi ikan rutin kolam sebesar ini. Jika diisi ikan rutin, dan ikan kembang biak, maka seru juga sih.




Mancing kali ini saya gak menarget apapun, tujuan saya ke sini adalah berlatih bait casting lagi, dengan piranti Kenzi Rambo RB-25 dan joran Daiwa KW 180. Sekalian juga nyoba reel baru Kenzi Kenko SW4000 dan jowan Daiwa KW 210.


Saya sendiri jadi lebih lancar dan agak pede pakai casting dengan BC ini, hanya saja tinggal melancarkan dan membiasakan melempar target di tempat sempit. Masih sering nyangkut². Meski setingannya masih untuk newbee, saya baru turunkan brake jadi 4,5 belum berani kurang dari itu.

Kembali ke kolam, saya datang bertiga, jadi saya ditemani Gonzales dan ayahnya. Berharap dapat kemungkinan dapat ikan banyak, untuk disantap nanti malam. Eh ternyata, ikan yang berhasil strike banyak, tapi kecil², ikan dibawah umur semua.



Bahkan sampai siang terik panas, kita kelelahan karena panasnya matahari, sudah gitu ikannya kecil². Sebenarnya umpan kami dimakan, disambar tapi gak hook up, soalnya ikan kecil² saja yang makan.

Lemparan umpan ke tengah justru gak efektif, lebih baik lemparan ringan sejangkauan joran saja. Rata² pemancing lokal di sini menggunakan tegeg, jarang menggunakan reel spinning.

Umpan yang digunakan, cacing, lumut dan pelet racikan, potensi dapat ujan seukuran 3 hari ke atas ya tergantung hoki. Itu melihat aktivitas pemancing lain yang sepi sambaran, strike.

Ya inilah pelajaran ketika mancing harian, masalah hoki yang perlu jadi pedoman, karena untuk umpan ya sama saja, semua sama efektifnya. Kemudian penggunaan kail kecil kalau hanya ingin sekedar dapat ikan, walau kecil.

Pada dasarnya, kesimpulan atau pandangan orang pada kolam harian pada akhirnya akan sama saja, bahwa mancing harian itu lebih banyak boncosnya, daripada dapatnya, karena jika setiap mancing selalu dapat, yang ada kolamnya cepat habis ikannya, karena produktivitas ikan gak sebanding dengan hari² orang mancing.

Itu saja sih catatan aktivitas healing di awal pekan di Maret 2023 ini, minggu depan sudah masuk bulan puasa, ya mungkin mancingnya akan libur dulu, tapi lihat saja nanti ke depannya bagaimana.

Saya ingin cepat libur puasa, ingin pulang kampung, ngerasain mancing kaya dulu lagi, ya sekedar nostalgia gitu. Happy fishing, healing and refreshing. -THN

#onedayonepost
#fishing
#mancingharian
#sinarkalisogo
#tlocor

Saturday, February 24, 2024

Aktivitas Tukar Libur, Sabtu Libur Resmi dari Kantor

February 24, 2024 0 Comments
Mendambakan kerja di perusahaan yang memberikan hari Sabtu libur adalah idaman semua pekerja, saya yakin dimana pun mereka akan normal berpikir demikian.

Sayangnya keinginan tidak berbanding lurus dengan kenyataan, jadi ya Sabtu bekerja jadi hal yang lumrah saja. Karena ternyata banyak juga di perusahaan² lain di luar sana yang menerapkan hal yang sama. Mau protes juga percuma karena yang lain pun ada yang senasib, jadi terimalah apa yang ada.

Menarik adalah Sabtu ini, dimana kita diliburkan. Eits, jangan senang dulu, tidak ada yang cuma² dalam hidup ini, semua pasti berpamrih. Jadi Sabtu ini memang kita diliburkan tetapi ganti jam, dimana pada Sabtu² yang akan datang jam kerja kita ditambah sampai sore, yang biasa hanya sampai jam 1 siang, jadi nambah jam.

Alasan diliburkan adalah karena mau ada pemadaman listrik lokal oleh PLN karena ada pemindahan tiang listrik di depan jalan. Ketika listrik padam, genset pabrik gak sanggup melayani kelistrikan semua, alhasil pasti harus ada yang dipadamkan, daripada ada karyawan nganggur saat mati listrik cuma², pihak perusahaan memutuskan meliburkan. Itulah cerita ihwal penyebab kenapa Sabtu ini diliburkan.

Bangun pagi dihari Sabtu yang libur itu sangatlah menyenangkan, memikirkan apa yang bisa dilakukan adalah hal yang menyenangkan.

Saya memilih hari Sabtu ini untuk aktivitas outdoor, fishing. Pagi hari, seperti jam berangkat kerja, saya berangkat ke arah Tlocor untuk memancing.

Saya niatnya ke sana adalah untuk berlatih casting dengan gear baru, reel dan joran BC yang saya baru beli beberapa waktu yang lalu.


Baca juga:

Sampai di sana, sepi, tapi banyak pemancing yang menggunakan motor menuju spot terujung Tlocor arah muara. Tapi karena saya pakai mobil, mau ke ujung gak memungkinkan. Akhirnya saya hanya casting di pinggiran sungai yang mengarah ke muara Sidoarjo.



Pas ke sana ternyata ada rombongan TNI AL yang akan melakukan acara di daerah ini, mereka membawa perangkat kebutuhan acara dan mereka langsung rakit di sana, jadi parkiran mobil saya sempet tergusur.


Di sana sempet lempar casting beberapa kali, sebenarnya ada potensi strike di sana, tapi karena gak kuat panas mataharinya, akhirnya pindahlah kita ke pemancingan Abah Saring.


Sampai di pemancingan Abah Saring saya gak mancing di sini, saya hanya menemani ponakan² mancing. Saya hanya mainan tegek kecil, mancing ikan² kecil, mujaer dibawah umur. Sambil saya ngaso ngopi dengan nyemil tahu bulat.


Kalau arek² asyik mancing mujaer dan nila, total² mereka itu bisa dapat 1 kg itu pun kita pulang karena lelah aja, kurang menarik sih, jadi kita putuskan untuk pulang. Hasil tangkapan itu kita bayar Rp 37.000,- plus parkir. Soalnya per kilonya 35K.


Ya itulah aktivitas hari ini, hari Sabtu yang diliburkan. Sayangnya ya ini bak hadiah saja, yang diberikan dengan pamrih.

Biarlah hari ini kita menikmati libur, untuk minggu depan mau gak mau kerja sampai jam 4, padahal biasanya jam 1 sudah bisa pulang dan santai di rumah. Ya nasib masih jadi budak corporate, dinikmati sajalah. -THN

#onedayonepost
#fishing
#jalanjalan
#umum
#sabtulibur

Sunday, February 18, 2024

Trip Fishing #03 2024 : Strike Bandeng Kalah 0 - 5, Gonzalez Win!

February 18, 2024 0 Comments
Akhir pekan pertengahan Februari ini saya kembali healing dengan mancing. Spot mancingnya masih seputar tambakan, jadi hasilnya ya kiloan. Target ikan kali ini adalah bandeng. Spot mancingnya adalah di Prima Big Fishing, Sidoarjo.


Trip sehari sebelumnya saya dan Gonzalez ke Tlocor yang berakhir boncos. Berharap ditrip hari ini hasilnya bisa lebih baik. Rencananya trip kali ini kita mau kompetisi.

Saya mau mengadu kehokian saya dengan Gonzalez, walaupun hipotesis awal ini saya mengakui bahwa hokinya jauh lebih baik daripada saya.

Tempat ini terakhir saya datangi empat tahun lalu, awal tahun 2020 kalau gak salah, itu setelah acara tutup akhir tahun dari Kediri, saya ke sini untuk mancing bandeng. Nikmatnya di sini itu kolamnya sangat luas dan ukuran ikannya stabil, walaupun ada klasifikasi sedang dan besar tapi secara umum ikannya besar, sehingga tarikannya semuanya mantab.


Terdapat dua kolam dengan ukuran besar dan keduanya punya spesifikasi ikan yang hampir sama, jadi tinggal milih tempat ternyaman mu dimana.

Ketika datang, parkiran masih sepi, motor juga hanya 1, mobil juga punya pengelola.

Tiba di lokasi sekitar /8 pagi, karena berangkat dari rumah sekitar jam /7 pagi, perjalanan sejam, nyantai karena sempat cari umpan dan sarapan juga snack ringan. Tiba di lokasi ternyata masih sepi, nampak ada dua keluarga angler yang lebih dulu lempar joran di kolam yang kedua.

Kolam pertama itu yang dekat dengan cabut duri, kolam kedua itu sisi yang lainnya. Begitu saya menamainya sih, jadi bukan penamaan resmi kolam berapa gitu, dan kita bisa bebas memilih mancing di kolam yang mana.

Start mancing di kolam pertama itu nihil, sampai jam 9 itu gak ada tarikan sama sekali, ada sih tapi gak hook up, nihil lah. Coba berbagai umpan yang beli tadi sebelum berangkat dan umpan sisa bawal kemarin, hasilnya nol besar.

Akhirnya lihat kolam lain ada strike, kita akhirnya pindah ke kolam itu. Benar di kolam ini masih lebih baik. Tapi ya tetapi keberuntung belum memihak, tetangga sudah strike berkali-kali bandeng ukuran sedang hingga besar, sampai sekitar jam 10-11 masih sepi.



Saya sempet nyaris strike, kail saya sempet disamber, saya sempet merasakan tarikan ikan beberapa saat, sebelum akhirnya moncel dan setelah dicek mata kailnya bengkok. Ini kejadian dua kali, apes sekali. Sekali lagi sempet strike juga tapi akhirnya lepas sendiri, moncel. Apesnya terakhir, pas kita sudah mau pulang, saya iseng coba lempar terakhir dasaran, joran saya tinggal sampling kaki saya, sembari saya beberes peralatan karena mau pulang, eh tiba² joran saya ditarik ikan sampai tercebur.

Pas joran dievakuasi dengan cara dipancing, diketahui ternyata mata kail bengkok lagi, kemudian ring guide pertama dekat dengan reel itu patah, patah di ring guide dan pada penopangnya. Dengan ini joran saya dinyatakan pensiun, jorang Kenzi Redberry 15 Kg, harus tutup tugas per hari ini.

Trip mancing kali ini saya harus menyerah kalah, 0-5 tanpa balas, saya tidak berhasil mengangkat satu ikan pun, bener² zonk dan boncos, bahkan sampai rugi fishing gear saya jebol semua.


Lihat jam sudah menunjukan lewat tengah hari dan ikan sepertinya sudah melebihi budget kiloan, dipustuskan kita pulang. Total timbangan di kasir jadinya Rp 120.000,- dengan berat total ikan 2,3 kg.


Jadi bandeng di sini ukuran besar per kilo nya Rp 55.000,- dan ukuran yang sedang Rp 45.000,-. Oh ya, untuk sekarang cabut duri per ekor Rp 3.000,- untuk ukuran sedang dan ukuran besar Rp 5.000,-.


Memang nikmat menikmati bandeng yang sudah cabut duri, jadi gak pusing harus misahin duri² nya. Jadi tinggal bumbuin, goreng deh dan lanjut makan dengan sambel. Maknyus deh pokoknya.

Begitulah kira² catatan trip mancing kali ini. Walaupun saya harus apes, joran saya harus pensiun dan selang beberapa hari ke depan, eh reel saya juga ikutan harus pensiun tapi saya tetap menikmati trip healing kali ini.

Walaupun ditambah kulit pun juga harus menghitam karena belakangan sering mancing panas-panasan, tapi ini lebih baik, saya happy, daripada beraktivitas di ruangan dengan rekan yang toksik, egois dan serasa paling sibuk dan berat kerjaannya, padahal ya gak setiap hari begitu, baru ada masalah aja ngeluh aja #ngamok. "Wes angel, Angel wes!"

Happy healing, fishing and refreshing, sampai jumpa lagi ditrip mancing lain waktu. -THN

#onedayonepost
#mancingbandeng
#primabigfishing
#jorankenzipensiun
#reeldaidopensiun

Saturday, February 17, 2024

Trip Fishing #02 2024 : Back to Abah Saring Setelah 4 Tahun, Boncos

February 17, 2024 1 Comments
Setelah trip #01 kemarin berhasil strike bawal di kolam pancing Klagen, akhir pekan ini saya mau nostalgia empat tahun lalu kembali mancing ke kolam pancing ini, di daerah Tlocor, Sidoarjo.

Sepulang kantor jam 2 siang langsung menuju TKP, perjalanan makan waktu sejam karena mampir² dulu karena lapar. Tiba di lokasi sekitar jam 15:40.

Kolam Pancing Abah Saring Tlocor. Suasana empat tahun lalu dengan saat ini ya berubah dikit, kalau secara suasana ya serup tapi tak sama, kalau kolamnya agak sudah baikan, dulu kan keliling ya masih belum dibeton atau semen, sekarang sih sudah enak, jadi bisa buat duduk nyaman jika mancing di tepi kolam.

Untuk isian ikannya dulu kan ada patin² monster, tapi gak tahun sekarang, gak tampak orang angkat patin ukuran besar. Paling banyak ya mujaer ukuran 3-5 jari.

Tadinya berharap mancing di sini bisa rasakan sensasi tarikan ikan kaya dulu, ternyata tidak. Nyaris boncos di sini.



Trip #02 ini saya datang hanya berdua, Gonzales dan saya. Jika dibandingkan saya, hokinya lebih baik, tapi kali ini dia boncos. Sudah reel kesayangannya jebol tuasnya patah. Efek patah dari trip sebelumnya, kalah karena keseringan narik bawal. Sudah diperbaiki, dilem, eh pas di sini jebol juga akhirnya. Berbagai rangkaian dia coba hasilnya nol.

Saya Masih beruntung strike mujaer 4 jari, tadinya mau diangkut kalau dapat lagi, eh sampai pulang gak ada ikan lagi yang strike, akhirnya dirilis saja deh.

Herannya angler lain di sisi kolam yang lain sering strike ikan. Mungkin umpan yang kita punya gak efektif, ikan gak suka dengan umpan kita. Kita pakai umpan pellet beli di kolam pancing ini, gak efektif. Kita punya pelet beli jadi sisa kolam bawal kemarin juga gak efektif, bahkan cacing yang biasanya efektif itu juga gak strike sama sekali.


Akhirnya karena dipaksa pulang oleh pengelola, kami pulang lah. Ternyata pemancingan ini closing setiap hari jam 17:00, sedangkan saat itu kami masih mancing sampai jam /6 sore, sudah overtime.

Alhasil trip kali ini boncos gak dapat apa². Tapi gak masalah, yang penting bisa menikmati angin sepoy² dan nostalgia itu sudah jadi obat terbaik membersihkan efek suasana toksik setiap hari di kerjaan. Jumpa lagi dinext trip, healing and refreshing with fishing. -THN

#onedayonepost
#fishing
#abahsaringtlocor
#edisiboncos

Wednesday, February 14, 2024

Trip Fishing #01 2024 : Pilpres Nyoblos Ikan Ajah! Siapapun Presidennya, Susahnya Hidup Tetap Ditanggung Sendiri

February 14, 2024 1 Comments
Bukan gak mau nyoblos, tapi sistem penyoblosan yang mempersulit, karena pekerja, repot kalau harus buang waktu daftar pindah lokasi pemilihan jauh² hari sebelum hari H pencoblosan.

Jika dilakukan secara online saya masih niat untuk pindah lokasi pemilihan. Tapi info terakhir saya dengar dari radio, kalau calon pemilih harus datang ke instansi yang ngurusi begini, respon saya: malas!!!

Toh, siapapun presidennya, saya tetap menanggung susahnya hidup sendiri!

Milih anggota DPR atau DPRD, "Halah, mereka juga sampah, giliran pemilu aja begini ngemis² suara ke rakyat. Giliran nanti nih, udah jadi pejabat, ditemui di rumahnya sulit, belum dijagain polisi dan penjaga lainnya #preketek."

Mending gak usah milih mereka, kalau saya pribadi sih ogah. Mereka itu hanya sok akrab ketika begini (pemilu) aja, kalau sudah jadi mah lupa. Gayanya aja mereka bersuara kalau di depan layar media, "berjuang untuk rakyat!"

Beuh, rakyat yang mana, yang ada itu ngumpulin pundi² buat bayar modal kampanye. Maaf ye, skeptis saya soal pemilu. Intinya kalau kita dipermudah, saya iklas memilih, tapi ketika suara saya mau diberikan saja dipersulit, ogah.

Cobalah sistem pemilih dibuat seperti sistem pajak yang sekarang gak perlu lagi lapor³ fisik, semua by online, itu akan membuat saya tergerak untuk melakukan kewajiban. Kalau pemilu sekarang? Gak dulu deh.


Ups, malah panjang lebar melampiaskan uneg². Libur tengah pekan bagi saya selalu menyenangkan, itu dia yang membuat saya semangat bangun pagi, Senin & Selasa, walaupun berat beranjak dari tempat tidur.

Rencananya saya mau mancing pas libur pilpres ini, pas bertepatan hari kasih sayang, 14 Februari. Tidak ada lagi hari itu dikalender saya kini! Fu*k!

Mancing dimana?

Jadi saya mau mancing di kolam pancing kiloan, yang awal tahun 2020 saya pernah datangi dulu. Dulu saya ke sini nyobain mancing bawal monster. Untungnya saya masih punya catatannya diblog saya lainnya.


Kolam pancingnya masih sama dengan yang dulu, yang membedakan hanya suasananya sekarang. Di sini gak sebersih dulu sih, banyak sampah yang berserakan, maklum pemancing cari gampang asal buang sampah.

Target ikan kali ini adalah mujaer. Supaya bisa diolah, karena kalau bawal banyak yang gak suka. Walaupun saya sendiri gak akan olah hasil pancingan kali ini.

Saya berangkat ke lokasi kolam pancing sekitar jam 08:00. Pilih jam segitu karena takut hujan kalau menjelang siang atau sore. Jadi pilih aman, padahal ikan lagi bagus makan itu sekitar jam siang. Tapi gak apa lah, yang penting mancing.

Refreshing and healing sederhana, yang beberapa tahun lalu terabaikan kini terbangkitkan kembali. Kegiatan outdoor saya bertambah, camping, fishing, hiking and electricity cycling.



Tackle yang saya pakai kali ini:
✓ Joran Kenzi Redberry 180 cm
✓ Reel Daido DNB2000
✓ Senar PE
✓ Rangakaian dasaran
✓ Rangkaian pelampung


Umpan saya pakai yang beli jadi, bullet pelet seperti yang bisa dilihat didokumentasi. Bullet peletnya ini kenyal, wangi juga, tidak mudah ambyar di air, jadi harapannya efektif strike nantinya.


Selain itu juga pakai cacing, yang beli di lokasi 3.500,- per gelas plastik. Ternyata umpan cacing lebih efektif ngangkut ikan bawal.

Ini kolam bawal yang ada paling bawah.

Untung datang pagi, masih sepi. Di awal, kita mancing di kolam yang atas, dekat parkiran motor. Di situ isinya mujaer, tapi pas kami coba di sana, sepi tarikan. Akhirnya pindah ke kolam lain.

Kolam bawal yang lama ada di atas kolam bawah yang bawah, percis atasnya kolam yang saya foto ini.

Sebelah bawah kolam bawal yang saya foto ini ada kolam lagi, tapi di sini gak boleh di pancing, mungkin ini kolam budidaya jual.

Kolam yang dulu saya pernah mancing di sana diisi bawal, ternyata juga sepi, gak ada tarikan sama sekali.

Ternyata bawalnya dipindah ke bagian paling bawah. Di sana bawal besar² bersarang. Di situ saya baru bisa strike, walaupun gak banyak. Kalah beruntung sama bocil "Zales" yang angkat beberapa ekor, bahkan sempat dirilis beberapa kali.

Total hasil pancingan kali ini 3,9 kg, mayoritas diisi bawal dari ukuran sedang sampai besar. Untuk total dapat berapa ekor saya gak hitung kali ini, soalnya hasil tangkapan langsung diserahkan ke bocil, karena saya gak bisa masak juga.

Total biaya mancing kali ini habis Rp 120.000,- include dengan biaya parkir.

Total mancing dari jam 08:30 - 13:00.

Itulah dia biaya healing dan refreshing ditanggal spesial tahun ini. Lokasi pancingan yang mana empat tahun lalu dikunjungi, kini baru kembali mancing di sini. Tahun ini, kira² mau nostalgia ke kolam pancing dimana lagi ya? -THN

#onedayonepost
#fishing
#pilpres2024