Showing posts with label Camping. Show all posts
Showing posts with label Camping. Show all posts

Sunday, February 8, 2026

Camp Ground Tersembunyi, Back on Kedai Lali Jiwo

February 08, 2026 0 Comments
Akhir pekan ini saya dan pasangan saya beruntung bisa berakhir pekan bersama, sepulang gereja mengawali pekan, kami pergi ke tempat dengan nuansa alam. 

Tujuannya itu ke Kedai Lali Jiwo, lokasinya ternyata itu di belakang Hotel Surya, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Ternyata jalan ke arah tempat ini pernah saya kunjungi beberapa tahun silam, ketika saya mencari sebuah camping ground dekat dengan wisata air terjun Kakek Bodo. Waktu itu saya menemukan arah ke sebuah kafe, dan saya berpikir wah salah jalan sepertinya. 

Ternyata, camping ground yang saya maksudkan itu ada di belakang dari Kedai Lali Jiwo ini. Saya baru tahu setelah hari ini saya coba visit ke camp ground yang dimaksud itu. 

Sebelumnya memang ya saya mampir dulu ke kedai ini, mengisi perut untuk makan siang. Saya tidak akan bahas detail apa saja di kedai ini, entah makanannya dan reviewnya, karena memang gak fokus ke sana. Ini sekedar pengantar saja sih untuk bahas camp ground yang saya maksud. 

Sedikit view yang bisa saya bagikan ketika saya ke Kedai Lali Jiwo ini:

Kalau liat watermark foto ini, lokasinya berada ketinggian 927,5 mdpl

Ini view dari arah parkiran, yang tangga ke arah kedai, yang kiri itu jalanan gragal ke arah camp ground, agak ngetracking dikit ya, batu makadam

Ditengah kedai ada gazebo buat live music

Tempat duduk kedai ini, beratapkan langit, ada juga yang beratap model lesehan gazebo hanya gak banyak slotnya

Ini view dari atas, arah kedai ke arah parkiran mobil

Jadi lokasi camp ground yang mau saya bahas ini memang tersembunyi. Berada di ketinggian sekitar 900 mdpl, lebih tinggi daripada camp ground langganan saya di Sempu Sunset Hills yang ada diangka 800 mdpl. 

Suasana di camp ground ini seperti ada di dalam hutan, ya hutan penduduk sih, bukan hutan kaya pos di pendakian. Hmm, mungkin mirip seperti camp ground yang pernah saya datangi. Mungkin saya samakan area camp ini dengan Camp Ground Ledok Ombo. 


Untuk pepohonannya cukup lebat sih, udaranya juga lumayan sejuk. Untuk sinyal dijamin tidak tersedia untuk Indosat. 

Untuk listrik juga sepertinya tidak tersedia, untuk air bersih sepertinya aman, untuk kamar mandi tadi saya tak melihat ada, walaupun di bawah toilet kedai ada. 

Pas saya ke sana, saya lihat ada beberapa yang ngecamp di sana, tidak ramai hanya yang tahu² saja ke sini yang ngecamp di sini. 

Oh ya saya mau bahas juga, untuk mengakses ke tempat ini baik Kedai Lali Jiwo dan camp ground ini medannya cukup terjal sih. Jika dibandingkan ke Sempu Sunset Hills camp ground, jalannya lebih terjal ke sini, kalau kondisi hujan atau jalan basah pasti ada resiko buat slip ban, apalagi kalau kondisi hujan deras naik ke atas, wah harus full hati² deh. 

Karena jalurnya tertutup rindangnya pepohonan memungkinkan tumbuhnya lumut kalau lembab kan dan itu bikin handicap tersendiri, jalanan jadi licin kan. 

Ini sih opini saya melihat jalurnya tadi pertama kali ke sini. Karena dulu sewaktu saya mencari area camp ini, ketika sampai di dekat parkiran motor Hotel Surya, saya putar balik, ternyata arah yang saya tuju itu harusnya masuk gerbang dan naik lagi. Dari situ masih ada beberapa ratus meter menuju area parkiran Kedai Lali Jiwo dan parkiran camp ground. 

Untuk dokumentasi area camp groundnya bisa saya bagikan di bawah ini:

Ada beberapa area camp atau blok, ini yang paling dekat dengan kedai, jadi dibawah area ini itu bisa ngintip sedikit ke arah kedai

Itu dia view beberapa yang lagi camp, di sisi kiri jalur naik ke arah air terjun itu ada warung yang jaga area camp ground ini

Dari lokasi ini ke atas lagi bisa nanti ke arah air terjun, itu sekitar 2 kilometer lagi, dengan jalur setapak gitu. 

Sedikit videonya saya sajikan sedikit di bawah ini:


Oh ya untuk biaya tiket camp di sini saya tidak sempet tanya tadi. Mungkin pekan depan atau ada waktu kosong saya akan ke sini mencoba tracking ke area air terjun. Mungkin bisa saya tanyakan saat itu. 

Menurut saya sih area camp ini lebih cocok buat acara camping sekolahan (SMP - SMA), kalau anak kuliahan misalnya makrab masih okelah, tapi mungkin masih ada pilihan lain. 

Karena memang di sini tidak ada view yang bisa diamati. Kalau usia² seperti saya sepertinya memilih area camp ground itu selain ngecamp juga harus ada yang diamati. Fasilitas listrik dan internet minimal ada lah, tidak black out banget lah. 


Mungkin sementara itu yang bisa saya sharing kali ini. Kalau nanti saya main ke sana lagi akan saya bagikan ceritanya. 

Ini opini saya first time ke sini, bisa saja berubah kalau sudah mengenal, maklum kan baru pertama kali dan pas ke sini juga kostumnya formal jadi gak bisa eksplor. 

Sampai ketemu lagi dipostingan serupa dilain kesempatan, segini saja cerita diawal pekan bulan Februari 2026 ini. Cuaca saat ini masih berangin dan hujan masih turun, bahkan ketika saya mau meninggalkan lokasi hujan gerimis datang. Jadi kalau mau aktivitas outdoor pastikan periperalnya mendukung supaya tetap nyaman di dalam tenda. Happy healing. -cpr

#onedayonepost
#healing
#kedailalijiwo
#campgroud
#camping
#jalanjalan

Saturday, November 1, 2025

Tiba-tiba Kangen Single Camp

November 01, 2025 0 Comments
Sudah lama memang saya gak ngecamp sendirian, terakhir itu pas ngecamp dimana ya, sampai lupa sendiri. Memang sih bisa dicari catatan jurnalnya diblog pribadi saya ini. 


Ngecamp terakhir kemarin saya pergi bersama keluarga (pasangan dan adik), ngecamp di tempat camp favorit kita, ya jadi favorit saya juga sih untuk saat ini. 

Ilustrasi yang dibuatin oleh ChatGPT

Tapi tumben aja koq dihati dan pikiran ini koq kangen ngecamp sendirian lagi. Dulu ya sebelum saya kembali punya pasangan, pas Kamis malam atau Jumat malam menjelang Sabtu, saya sering searching camp ground² baru yang sekiranya bisa saya kunjungi untuk ngecamp di sana. 

Search diblog atau di Youtube, dari akses ke sana, fasilitas yang tersedia sampai plus minusnya saya kalkulasi dan sesuaikan dengan kebutuhan psikis saya. 

Jadi gini, misalkan tempatnya itu minim sinyal, kemudian tidak ada akses listrik dan kamar mandi kotor, akses air bersih sulit itu sudah pasti tidak akan masuk pilihan rekomendasi. Memang sih pernah saya ngecamp dengan kondisi seperti itu, ya sejauh itu masih enjoy saja, tapi sejak saya ngecamp di beberapa tempat akhirnya saya punya kriteria penilaian tersendiri. 


Lalu apa sih nikmatnya ngecamp sendiri? 

Meskipun ngecamp yang enak ya ramai² dengan teman² atau pasangan atau keluarga, tapi entah kenapa ketika ngecamp sendiri itu punya sensasi tersendiri. 

Post ini saya tulis ketika malam hari, jam 20:47, ini jam dimana jika kita ngecamp suasananya sepi, sendiri, terdengar suara serangga malam dan hawa dingin khas alam terbuka. Biasanya jam segini sudah selesai makan malam, dan sudah bersantai di dalam tenda, entah nyambi ngopi atau ngemil. 

Pada momen inilah kayanya yang tenang dan damai, entah ngelamun atau sekedar open blog dan menulis. Intinya saya dapatkan ketenangan ketika saat itu. 

Dulu ketika ngecamp saya masih aktif merokok, jadi biasanya sambil ngopi atau ngeteh ya sedikit sebatang dua barang rokok aroma cappucino atau latte. Duh koyoe iku damai banget, masalah² yang ada seperti disimpan dulu di lemari. 

Malam di area camping ground itu bisa jadi malam panjang. Ditemani suara² keceriaan orang lain yang juga ngecamp di tempat tersebut, ketika dapat camp ground yang ramai, cuma kalau sepinya sepi, cuma sendiri ya saya pernah merasakan. 

Untuk saat ini dan kedepan saya gak akan mungkin lagi ngecamp sendirian, karena saya sudah punya pasangan dan alat kompor saya sudah tidak ada, kompor jadi alat terpenting sih. Soalnya belum boleh beli perabotan yang tidak penting katanya calon istri. "Hobi itu dilakukan ketika kebutuhan dasar semua sudah terpenuhi."

Postingan ini saya buat untuk mencurahkan rasa kangen saja sih momen² dulu. Tapi ingat ya, bukan untuk melakukannya lagi saat ini dan bukan dalam arti tidak bersyukur dengan kondisi saat ini ya, ini saya disclaimer dulu supaya tidak terjadi salah pemahaman. Maklum saya sering menggunakan diksi² yang membuat salah pemahaman. 

Dokumentasi dan catatan² saat camping itu yang bisa jadi 'obat' ketika kangen seperti ini dan beberapa video Youtube yang pernah dibuat juga bisa jadi obat kangen. 

Kalau kamu pernah mengalami apa yang saya alami seperti ini? 

Kalau pernah apa yang kamu lakukan? 

Saya coba komunikasi dengan ChatGPT. Soal apa yang saya rasakan saat ini. Saya mengajukan pertanyaan ini ke ChatGPT:
Hai, tahun lalu saya sering ngecamp sendirian, pergi hari Sabtu seperti ini, pulang kerja langsung menuju camping ground. Pergi ngecamp sendirian. Sekarang saya sudah gak bisa lagi seperti itu, karena sudah punya pasangan dan gak bisa pergi bebas seperti dulu. Menurut kami, apa yang harus saya lakukan untuk mengobati rasa kangen momen² tersebut? Ada saran?

Hasilnya saran dari ChatGPT seperti ini:
#1 Dia sarankan lakukan micro adventure. Jadi tiktok gitu, pergi ke alam, berangkat sampai di tujuan ngopi atau ngeteh dan santai sejenak lalu langsung kembali pulang, tanpa menginap, itu solusi yang bisa saya lakukan. 

#2 Negosiasi dengan pasangan untuk butuh ruang sendiri atau waktu untuk sendiri. 

Saran satu ini rasanya bukan saran, karena pilihannya cuma hanya satu yaitu ngecamp dengan pasangan. Hmm, kalau hanya berdua sih kayanya boleh saja deh, seru ini. Kangen camp sendiri terbayar lunas deh. 

#3 Ganti ritualnya dengan bentuk lain, misalnya pergi ke taman, dengarkan musik dan sambil blogging santai. 

#4 Ajak pasangan untuk andil dalam aktivitas solo camp yang dulu pernah saya lakukan. Ini sih oke kalau ngecamp hanya berdua dengan pasangan. 

#5 Tulis dan dokumentasikan momen² lama itu. Sekaligus sebagai sarana nostalgia dan mengenang. Untuk ini untungnya saya punya catatan diblog pribadi saya yang bisa saya pakai untuk nostalgia sebenarnya. 


Sarannya ya cukup masuk akal sih. Tapi memang solusi terbaik adalah ngecamp berdua dengan pasangan, karena itu malah akan membuat hubungan makin intim berdua. 

Begitu saja deh corat-coret gak penting sih dimalam minggu pas lagi gak malam mingguan, pas habis berantem hebat dengan pasangan, sudah hampir dua minggu ini hubungannya sedang roller coaster. Jadinya malam minggu saya hanya bermain kata² dengan blog² pribadi. 

Sampai jumpa dipostingan lainnya. Happy healing and travelling is good solution for refreshing your brain from 'ketidakpastian dunia'. Bye. - cpr

#onedayonepost
#kangencamp
#coratcoret
#camping
#jurnal

Monday, October 13, 2025

Standar Camp Ground yang Naik

October 13, 2025 0 Comments
Dulu ketika awal tahun 2024 pas mulai² nya saya suka dengan hobi ngecamp saya menganggap bahwa banyak sekali camp ground di sekitaran Jawa Timur yang belum saya datangi dan ingin saya datangi satu per satu. 

Tapi seiring waktu hingga saat ini, saya merasa koq malah sebaliknya, camp ground yang saya lihat di sosial media, review YouTube yang sudah pernah ke sana koq membuat saya enggan mencoba camp ground tersebut. 

Alasannya, adalah karena fasilitas, kemudian tidak ada yang dilihat, tidak punya sesuatu kekhasan yang membuatnya berbeda dengan yang lain yang bisa dijual, tapi harga tiket nya itu murah meriah seperti kelas camp ground biasa. 

Padahal lho kalau mau hunting memang banyak camp ground di sekitaran Trawas, Mojokerto; lalu kemudian sekitaran Baru; Kabupaten Malang dan sekitarnya, tapi camp ground tersebut seperti tidak masuk standar. 

Usut punya usut nampaknya standar camp ground yang saya punya ini naik kasta. Itu adalah inti masalahnya. 

View area camp ground Sempu Sunset Hills, foto diambil dari camera pribadi yang rusak, jadi agak ngeblur

Jadi saya pribadi, menurut opini saya, saya membagi kasta camp ground itu seperti ini: level #1 itu camp ground sekelas bumi perkemahan; level #2 itu camp ground yang sudah ditata dan memang untuk camp ground dengan yang beralas masih alami rumput atau tanah kering (rumputnya mati karena sering diinjak-injak tenda akhirnya botak) ; dan level #3 itu camp ground kelas glamping. 

Kasta camp ground ini mempengaruhi dari harganya, itu jelas banget. Level #1 dan #2 itu bisa saling sama, harganya unda-undilah. Dihitung hanya per orang yang menginap, mau gunakan berapa tenda itu bebas jika space masih tersedia. Kalau level #3 ini jelas lebih mahal, karena itungannya seperti sewa lahan bayarnya, jadi besar kecil tenda dan banyaknya tenda juga masuk itungan biaya. Umumnya pada level ini, sudah disediakan tenda ukuran besar dengan daya tampung besar dengan fasilitas pendukung outdoor yang lengkap. 

Nah saat ini ternyata selera saya itu ada pada peralihan dari level #1 dan #2 menuju level #3. Sehingga gak banyak camp ground yang bermain di ceruk pasar ini. Karena jelas pasti investasinya lumayan untuk menata camp ground tersebut. 

Ciri khas camp ground yang menuju atau sudah sampai pada level #3 ini:
⛳ Petak camp biasanya diisi dengan gravel, bukan lagi tanah botak yang kotor dan berdebu.

⛳ Jika pun masih menyediakan alas yang masih tanah, biasanya disediakan spot untuk sewa ground, tapi itu pun alasnya bener masih rumput hijau yang seger, biasanya harganya beda atau untuk digunakan kapasitas besar, umumnya penyewa berkelompok. 

⛳ Urusan penerangan sudah merata, jadi area camp terlayani cahaya dengan baik, walau tidak terang tapi cahaya cukup baik. 

⛳ Kelistrikan tersedia di tiap sudut, sehingga yang camping tidak kesulitan mencari sumber listrik. 

⛳ Fasilitas toilet dan mushola itu baik, bangunan permanen / demi permanen tapi bersih dan dirawat baik, pencahayaan cukup, kerusakan fasilitas sangat diperhatikan, sehingga selalu soal digunakan pengunjung. 

⛳ Punya nilai jual sesuatu atau daya tariknya, yang membuatnya berbeda. Misal view city light, view pegunungan, hawa yang sejuk, intinya tempat dimana kita bisa mendapatkan ilham ketika menikmati alam. Bukan yang view menghadap semak² tanpa ada sesuatu yang bisa dilihat (sekedar barisan pohon yang tidak bermakna). 


Nah masalahnya saat ini camp ground yang berada pada level peralihan ini sangatlah sedikit sekali, itu kenapa belakangan saya sangat sulit dalam memilih camp ground yang ingin dicoba. 

Camp ground peralihan ini punya ciri harganya yang masih seperti camp ground level #1 dan level #2. Tapi fasilitasnya sudah mendekati level #3. Yang mulai ada saat ini justru mendekati level #3 tapi harganya juga mendekati level #3, padahal belum sebagus level #3 sebenarnya, tapi dia sudah matok harga yang mahal. 

Untuk saat ini, camp ground yang masuk kriteria saya hanya ada di Sempu Sunset Hills, ini camp ground dengan frekuensi kedatangan paling banyak, dari sejak sebelum ditata sampai perubahannya seperti saat ini. Dari kelasnya level #1, #2 hingga bisa saja dia naikan level menjadi #3 murni apabila dia setting fasilitasnya demikian, terutama dari soal harga dan penyedian tenda² glamping. 


Tapi kalau sudah hal itu yang terjadi, bakal sulit mereka mendapatkan pemasukan dari para campers seperti kita² ini, soalnya kalau yang level #3 paling hanya mereka yang punya uang saja, sedangkan masyarakat yang kelas menengah ke bawah gak akan mampu, justru dia akan mengurangi potensi income yang masuk, itu pilihan tolol sih. Kecuali camp ground itu memang bentuk usaha perhotelan seperti camp ground Baru Camp Site. 

Saya sih sangat berharap Sempu Sunset Hills bisa menjaga levelnya jangan sampai level #3, buat stabil saja dengan jaga camp ground ini tetap punya daya tarik terbaik dan jadi pionir di kelasnya. 

Sambil saya coba hunting² lagi camp ground yang mau naik level tapi perlahan seperti Sempu Sunset Hills ini. Siapa tahu ada camp ground dengan visi serupa, menyediakan area camp ground ciamik dengan harga merakyat. 

Untuk saat ini harga psikologis yang bisa diterima pasar adalah Rp 25.000,- per orang per malam, mendirikan tenda bebas mau pakai 1 atau 2 tenda menyesuaikan jumlah orang saja. Ini untuk level #2 dan peralihan ke level #3.

Untuk kisaran  Rp 15.000,- s/d Rp 20.000,- ini untuk yang level #1. Biaya camp ground dibawah itu kayanya sudah jarang, bumi perkemahan saja ngasi range harga seperti itu. Kecuali mungkin bumi perkemahan model lapangan sepak bola, paling dengan harga 5K - 10K.

Sedangkan yang level #3 yang model glamping dan sewa lahan itu per lahan itu kisaran Rp 100.000,- ini view jelek, tanah atau rumput botak, pojok, kurang nyaman dan strategis, kisaran Rp 250.000,- s/d Rp 300.000,- dan kalau glamping biasanya ratusan ribu hingga jutaan tergantung kapasitas tenda yang disewa. 


Sebagai penutup apa yang saya tuliskan ini disclaimer pendapat pribadi yang mengklasifikasikan beberapa camp ground yang ada di sekitar, saat saya mau menentukan ngecamp dimana. 

Dulu juga pernah saya buatkan preferensi saya dalam memilih camp ground, walaupun saat ini sedikit pergeseran namun secara umum masih sama. Pergeserannya cenderung naik kelas tapi harganya yang gak mau naik šŸ˜…, ya wajarlah namanya juga konsumen, selalu mau enak. 


Kembali semua ke soal selera, saya begini pun itu karena pasangan saya yang punya standarnya lebih daripada saya, jadi ya mau gak mau mengikuti standard ke nyamannya, karena saya kan ngecamp kini gak lagi sendiri, tapi berdua. 


Segitu saja opini saya, bagaimana saya kini memilih lokasi ngecamp, apa yang saya catat ini jadi standar camp ground pilihan. Barangkali kalian ada yang punya rekomendasi camp ground sesuai kriteria dimana pun itu di Indonesia ini bisa share di kolom komentar, supaya buat bahan diskusi dan topik bahasan berikutnya. 

Happy healing, happy camping with your family and your best friends. -cpr

#onedayonepost
#camping
#jurnal
#opini
#campingground
#umum

Monday, October 6, 2025

Info Terbaru Camp Ground Sempu Sunset Hills / Sempu Hills Side

October 06, 2025 1 Comments
Saya mau buat postingan terpisah saja. Jadi sejak saya ngecamp terakhir Juni 2025 lalu, dan kemudian yang terakhir akhir pekan ini, ternyata ada cara yang berbeda kalau mau ngecamp di Camping Ground Bukit Sempu / Sempu Sunset Hills / Sempu Hills Side. 

Camping ground ini sudah berbenah banyak telah bersolek dan memperbaiki fasilitasnya. Menurut saya jadi salah¹ camping ground favorite yang bisa saya rekomendasikan, dibandingkan yang lain, dengan harga yang bersahabat plus dengan pemandangan yang bagus kalau malam hari. 

Dulu waktu awal² kalau mau ngecamp di sini cukup tinggal datang dan camping, kalau sekarang perlu reservasi dulu. 


Cara lengkapnya seperti apa bisa visit ke sosial media mereka di Instagram, ini akunnya @sempusunsethill kontak yang bisa dihubungi untuk reservasi juga ada di sana, atau hubungi +62 821-9000-0482.

Hubungi nomor WA tersebut, lalu kita akan diminta mengisi form via ketikan sbb. :

*RESERVASI CAMPING SEMPU SUNSET HILL*
NAMA :
ALAMAT / KOTA :
NO HP :
TANGGAL :
JAM KEDATANGAN :      
JUMLAH ORANG :
DEWASA :
ANAK DIBAWAH 7 TAHUN :
SEWA TENDA / BAWA SENDIRI :
JUMLAH TENDA :
SEWA PERALATAN LAIN : 
MOTOR / MOBIL :
JUMLAH KENDARAAN :


Informasi check-in itu 13:00 (maksimal jam 22:00) dan check out itu 12:00. Open every day 08:00 - 22:00.

Untuk biaya masuknya bisa dilihat di bawah ini:


Untuk tata tertib di area camping ground adalah sbb. :


Tata cara proses reservasi seperti yang ada di bawah ini:


Untuk saat ini fasilitas memang sudah jauh lebih baik. Apa saja yang baru dari camp ground ini, coba saya sebutkan satu per satu, sbb. :
šŸ• Area jalan dan parkiran sudah paving blok
šŸ• Area camp ground sudah bergravel, tidak beralasan tanah kotor lagi, atau berdebu
šŸ• Area camp ground cukup dapat pencahayaan
šŸ• Tersedia slot colokan listrik *tahap pengembangan
šŸ• Kamar mandi sudah mulai terjaga kebersihannya
šŸ• Air bersih suplai nya lebih baik dan berlimpah
šŸ• Ada kamera CCTV walaupun tidak semua area camp ground ter-cover, yang utama sih shooting jalur masuk dari arah atas ke bawah dan sebagian area camp ground. Masih ada potensi tak ter-cover apabila ada aktivitas pencurian. Isu itu belum ada, tapi bisa saja dikemudian hari ada oknum² sampah masyakarat yang memanfaatkan momentum
šŸ• Fasilitas sewa tenda dan periperalnya tersedia
šŸ• Ada batas waktu check in dan check out, sehingga lebih teratur
šŸ• Fasilitas mini minimarket, misal lupa bawa minyak goreng, di sini tersedia ternyata, yang dijual juga mini bottle
šŸ• Dekat dengan cafe Einsoft, operasional sampai jam 21:00, close order 20:30.
šŸ• Musholanya tetap ada, masih sama seperti yang dulu, hanya lebih rapih dan bersih
šŸ• Lebih bersih karena rutin dibersihkan sehingga tampak terawat
šŸ• Koneksi internet lancar kaya (ini bukan fasilitas tapi lokasinya memang strategis sehingga koneksi internet menjangkau tempat ini) 

Kira² itu update dari camping ground Bukit Sempu, ya dulu itu namanya dan saya masih lebih mudah menyebutnya demikian. 

Kekurangannya ya akses masuk menuju lokasi saja, soalnya jalannya sempit, apalagi sudah masuk gapura mau ke camp ground, itu kalau papasan sama mobil lain harus berhenti di simpangan tersedia. Repot kalau pas pengunjung cafe lagi peak, pas mau camp, jadi sering papasan dengan kendaraan lain dari arah depan. Kalau kita mau camp paling papasan dengan 1-2 mobil saja, kalau sudah lewat gapura area camp. 

Kekurangan lain memang banyak semut atau serangga di kamar mandi, sebenarnya sih dengan rajin pembersihan ini lebih baik. 

Segitu saja update yang bisa saya bagikan, ya mudah-mudahan bisa dipertahankan terus dan jadi camp ground terbaik di Jawa Timur, kalau ada vote camp ground terbaik, bisa masuk nominasi. Sampai jumpa dipostingan lainnya. -cpr

#onedayonepost
#campground
#updateinfo
#camping
#sempusunsethill
#sempuhillside

Sunday, October 5, 2025

Saturday Date: #3 2025 Ngecamp Back to Sempu Sunset Hills

October 05, 2025 0 Comments
"Taaraaa, we are back again to Sempu Sunset Hills!!"

Memang sih camp ground ini sudah jadi paling favorit dalam jurnal ngecamp saya selama ini, frekuensi paling banyak ya ngecamp di sini, ini gila sih, sudah seperti tempat langganan. 

Untuk kesekian kalinya saya ngecamp di sini, tempat ini pula pertama kali saya mengenal ngecamp, karena waktu itu paling mudah dijangkau, selanjutnya pertama kali saya ngecamp bersama pasangan saya, bahkan calon istri saat ini. Dua kesempatan sebelumnya statusnya masih teman dekat, tapi camp kali ini sebagai calon istri. 



Personel ngecamp hari ini masih sama, saya, Dewi dan Dessy. Tadinya mau ajak teman yang lain tapi mereka gak bisa, jadi ya bertiga saja. 

Kini camp di Sempu Sunset Hills itu harus reservasi terlebih dahulu, karena lokasinya memang terbatas, sehingga ya mau tidak mau harus 'siapa cepat dia dapat'. 

Nomor reservasi yang saya gunakan untuk menghubungi saya bagikan di akhir postingan ini, atau yang gak sabar bisa visit akun sosial media Sempu Sunset Hills ya. 

Seperti pada posting lalu ketika saya camp di sini, area dengan krikil merupakan area utama, area itu yang dijadikan area reservasi, sisanya itu tidak masuk karena masih tanah. Dulu yang gak pakai reservasi ditaruh di sana. Tapi gak tau sekarang apa masih ada spot tersebut. Catatan awal ini saya buat pagi hari, sebelum berangkat. 

Btw dari tautan post sebelumnya, berarti tahun ini saya sudah 3x camp di sini, dan 3x pula tahun ini saya melakukan aktivitas camp. 

Rencana, kita pakai 2 tenda: Tendaki Borneo #4 dan Big Pangrango #2. Saya gak mau pakai tenda open, karena angin, ya saat ini sedang pancaroba anginnya lumayan kenceng. Akan cukup terganggu nanti ketika tidur jika menggunakan tenda yang open. 

*tenda open itu tenda dengan banyak jendela, seperti tenda saya warna abu-abu

Camp kali ini tidak ada persiapan yang gimana², persiapannya hanya reservasi, kemudian prepare dilakukan Sabtu siang sepulang kerja. 

Rencananya sih ngecamp tipis² aja, santai nonton film sambil makan malam nyambel di camp ground, nyobain kasur angin baru yang sejak beli belum pernah dicoba. Camp #2 2025 lalu mau coba eh lupa bawa pompa nya, akhirnya tanpa kasur angin. 

Segitu saja catatan persiapannya, selanjutnya baru saya bahas soal realisasinya gimana ya, saya akan gunakan tinta berbeda untuk membedakannya. 

Wednesday, June 4, 2025

Mengenal Bumper Bedengan, Selokerto

June 04, 2025 0 Comments
Sudah dua kali saya mengunjungi Bumper Bedengan, pertama kali waktu itu saat saya mulai menyukai aktivitas outdoor, camping di area bumi perkemahan atau camping ground. 


Kali kedua saya ke sana bukan untuk camping melainkan acara ibada padang memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2025 beberapa waktu lalu. 

Ilustrasi, gambar diambil dari Google

Saat saya ke sana yang kedua kalinya, saya melihat tidak banyak perubahan yang terjadi, ada yang mencolok itu kamar mandi di blok tengah, yang dulu dekat di area saya dan teman² mendirikan tenda. Hanya itu, sisanya seperti biasa aja, seperti dulu saya ke sana, suasananya masih sama. 

Terpikirkan, sebenarnya sejak kapan sih bumper ini ada? Saya coba cari tahu tentang profil camp ground ini. 

Camping ground ini bernama Bumi Perkemahan Bedengan atau Wanawisata Alam Bedengan berlokasi di Dusun Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Berada di ketinggian 800-an mdpl, kalau melihat altimeter jam digital yang saya miliki. Wanawisata ini dibuka untuk umum pada tahun 2007.

Pada mulanya tempat ini merupakan lahan pembibitan tanaman pohon milik Perhutani, yang sering disebut bedeng. Nah, istilah nama 'bedengan' itu lahir dari situ, karena awal mulanya tempat ini difungsikan seperti itu dulunya. 

Status kepemilikan wanawisata atau bumper ini adalah milik Perhutani. Sedangkan pengelolaan secara harian dibawah Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan (LKDPH) Desa Selorejo. 

Sekedar informasi, di bumper ini tersedia sebanyak 11 blok ground dengan lebar 20 meter dengan panjang bervariasi. Kalau yang saya ketahui sejak pertama kali kenal bumper ini, blok camp groundnya dinamai huruf, Blok A - Blok K. Blok A adalah yang paling awal dekat dengan sungai (langsung), dekat dengan parkiran motor dan cafe serta warung² makan. 

Membaca informasi ulasan pengunjung di Google, dari tahun² sebelumnya, diketahui informasi banyak hal, perkembangan bumper ini:
šŸ• Tahun 2018 parkiran kendaraan posisinya di depan, sehingga perlu jalan +- 3 km pulang pergi.
šŸ• Tahun 2023 di depan Blok A itu belum ada kamar mandi modern dan bersih. Ketika malam hari, tidak ada cahaya yang cukup di area camp ground, colokan listrik juga tak tersedia. Akses masuk ke area bumper harus melewati sungai dangkal, mobil² dengan ground clearence pendek pasti akan gasruk ketika melintas sungai dangkal ini.
šŸ• Tahun 2025 saya visit ke Bedengan lagi, sudah ada kamar mandi bersih, modern di sekitar blok B atau C, di area parkiran mobil tengah. Ditahun ini, situasinya masih sama, akses masuknya masih tetap melintas sungai dangkal. Tadinya saya pikir sudah diberikan landasan yang proper supaya kendaraan gak gasruk bagian bempernya. 

Wanawisata ini sudah cukup lengkap tersedia warung² makan dan cafe (infonya tidak buka 24 jam). Tersedia juga untuk persewaan tenda dan perlengkapan camping meskipun jumlahnya terbatas (gak banyak), ada baiknya reservasi terlebih dulu. Open reservasi sekitar jam 07:00 - 20:00. Biaya sewa tenda dan peralatan lainnya berkisar Rp 60.000,- sampai dengan Rp 600.000,-.



Penampakan cafe di Bedengan, foto dokumentasi pribadi, diambil tanggal 29 Mei 2025.

Fasilitas toilet, mushola dan listrik ya ada. Hanya saja untuk listrik di masing² camp ground tidak, tersedia ya. Untuk sinyal internet jangan harap bisa lancar. Itu kenapa, sejak camping pertama di sini, saya jadi terpikir beli HT, dan kemarin pada saat ke sana tahun 2025, komunikasi via HT jadi terasa manfaatnya. Komunikasi dari Blok B ke Blok H atau I saja sudah cukup sekali. 

Untuk tiket masuknya untuk sekedar datang dan tidak menginap Rp 10.000,-/orang ; parkir mobil Rp 10.000,- dan motor Rp 3.000,-. Sedangkan jika datang untuk camping, tiket masuknya Rp 15.000 - /orang ; parkir mobil Rp 15.000,- dan motor Rp 5.000,-.

Camping ground ini buka 24 jam full day. Hanya saja jika hari biasa pengunjungnya gak terlalu ramai, jadi kalau ngecamp seru memang akhir pekan, kalau mau hari biasa ya cari atau pilih Blok A - B, itu lebih nyaman. 

View aliran sungai, ini diambil dari area Blok bagian yang atas, dekat Blok yang terakhir². Foto dokumentasi pribadi 29 Mei 2025

Dokumentasi pribadi, foto diambil 29 Mei 2025

Ini area parkiran mobil, cukup luas untuk menampung mobil pengunjung. Dokumentasi pribadi 29 Mei 2025

Ketika SiDat kembali berkunjung setelah kunjungan terakhir 2023. Dokumentasi pribadi 29 Mei 2025

Secara tarif secara umum rata² bumper atau camping ground ya segitu, apalagi kelas bumper menengah ke bawah. 

Segitu saja deh sharing informasi yang bisa saya bagikan tentang camping ground Bedengan ini. Saya juga tidak akan share foto², karena selengkapnya bisa lihat saja di Google profil tempat ini sudah cukup jelas. Sampai jumpa pada postingan berikutnya. -cpr

#onedayonepost
#camping
#umum
#bumperbedengan

Sunday, June 1, 2025

Ngecamp #2 2025: Back Again to Bukit Sempu (Sempu Hills Side)

June 01, 2025 0 Comments
Nampaknya memang benar ini camp ground bener² pada akhirnya jadi camp ground terfavorite sampai saat ini. Karena gak ada yang bisa menandingi frekuensi seringnya saya camp di tempat ini. 

Akhir pekan mengakhiri bulan Mei dan mengawali Juni 2025 ini, saya kembali ngecamp di sini. Personelnya kali ini lebih banyak daripada camp sebelumnya. 


Dewi, saya, Dessy, Aan, Fi-fit, Xin-xhin dan Austin kita bertujuh ngecamp ke Bukit Sempu. Kalau saya bertiga kemarin memang sudah, jadi pengalaman ke-2 bagi Dewi dan Dessy. Kalau lainnya pengalaman pertama. Kalau saya sih sudah kesekian kalinya. 

Camp kali ini berangkat lebih malam daripada yang sebelumnya, soalnya sejak awal kepastian berangkat camp atau tidak itu gak bisa dipastikan, bahkan sampai disabtu sore pun masih gak jelas. Baru jelas pas kita mau ke gereja, karena ada ibadah doa 10 hari, jadi kami ke gereja dulu, kami bertiga. Pulang gereja, balik ke kontrakan saya ambil perlengkapan camp yang dibutuhkan barulah kami berangkat. 

Kami jadinya menggunakan dua mobil, mobil saya berangkat duluan dan satu lagi mobil Aan. Pas berangkat itu kalau gak salah sih sekitar jam /7an malam. Kondisinya diperjalanan sudah mulai gerimis, bahkan sampai tiba di lokasi juga ternyata hujan. 

Untuk tiket masuknya masih sama dengan kunjungan sebelumnya, tiket masuk Rp 5.000,- /orang, parkir mobil Rp 10.000,-. Tiket camp nya itu Rp 25.000,- /orang.

Jadi sekarang itu kalau mau camp ada baiknya reservasi dulu via DM Instagram, untuk dapat spot di area bermoral/gragal, soalnya kalau gak reservasi nanti dapatnya di bagian bawah, area yang langsung tanah, ya syukur² kalau ada rumputnya, kalau gak pas hujan beceq jadinya. 


Mobil #1 kan saya, Xin-xhin dan Austin. Sampai sana gerimis, untungnya gak lebat, bingung pilih tempat karena baru tahu kalau gak reservasi kenanya itu di area non koral, sedangkan area non koral itu agak ke bawah dan gelap. Tapi untungnya ada space sisa koral di bawah, di sinilah saya mutuskan mendirikan tenda. 

Kemudian mobil itu gak bisa diparkir dekat seperti ngecamp sebelumnya, parkir untuk camp itu di atas, area parkir kecil sebelum pintu masuk. Jadi datang itu unloading barang dulu, baru taruh mobil ke parkiran atas. 

Mendirikan tenda saat kondisi gerimis itu bener² menyulitkan sekali. Xin-xhin dan Austin sendiri belum pernah camping, sehingga mereka bingung harus bagaimana, mereka pun pegang payung. Saya masih beruntung karena hanya gerimis, jadi saya masih bisa tetap terjang hujan. 

Pertama yang saya lakukan adalah mendirikan flysheet. Untungnya juga jam segini anginnya masih tenang, jadi gak terlalu diganggu angin pas dirikan flysheet. Flysheet membantu supaya barang dan saat mendirikan tenda gak kehujanan. 

Setelah flysheet berdiri dengan dua tiang, saya mulai gelar terpal untuk alas, setelah itu baru dirikan tenda 'abu-abu', setelah tenda pertama berdiri, lanjut tenda kedua Tendaki Borneo. 

Gak lama mobil kedua datang, Aan, Fi-fit, Dewi dan Dessy. Saat mereka datang itu sedang proses bangun tenda kedua. Gak lama mereka datang hujan pun reda. Akhirnya tenda pun bisa berdiri dan barang² dimobil bisa semua di unloading masuk ke tenda, termasuk ransum².

Foto diambil dengan camera depan, karena kamera belakang rusak, pecah. Dokumentasi suasana malam selepas makan malam. 

Tak lama selesai semua, Dewi dan Fi-fit prepare memasak makan malam, karena kan belum sempet makan malam tadi, karena sore kita sudah langsung berangkat ke lokasi camp ground. Dewi goreng² tahu dan tempe untuk santap makan malam. Ada yang buat teh tarik, kopi dll. 

Makan malam kita itu dengan goreng tahu, tempe dan lauk bebek goreng. Makan bebek goreng ternikmat si pas di alam begini, walaupun bebek nya udah dingin, tapi tetep enak aj, seru deh. 

Pas dini hari, mulai seru ketika gemuruh angin datang, mungkin selepas jam 12. Jam 1an saya terbangun dengar gaduh di luar tenda karena pasak tercabut karena flysheet koyak tertiup angin. Beberapa camper lain pun sibuk menyadari flysheetnya, bahkan awkning camper van harus digulung takut patah. Flysheet tenda sebelah kami itu sampai rubuh dan gak dipasang lagi. 

Kalau flysheet tenda kami juga lepas kecabut pasaknya, tapi saya tanam lagi dan ikat tali lebih kenceng, tiang flysheet sampai bengkok² itu harus kami pendekan dua batang, untuk mengurangi hembusan angin dari bawah yang mengangkat flysheet. Alhasil flysheet bertahan sampai pagi dan baru pagi flysheet dilepas. 

Kenapa gak dilepas sejak semalam, karena flysheet itu untuk melindungi tenda abu² dari terpaan angin, supaya gak terlalu goyang, mengganggu yang tidur di dalamnya. Saya sudah pernah soalnya ngalami ngecamp di Sempu ini dengan tenda abu² ini, gak bisa tidur tenang karena hantaman angin ke tenda bikin tenda terlalu banyak bergerak. 


Pagi sekitar jam 5, sudah ada yang bangun. Saya sendiri baru bangun sekitar jam 6 lewat, bangun langsung cuci muka, sikat gigi. 

Airnya ya seger, gak terlalu dingin. Semalam pun juga gak begitu dingin, dingin karena angin saja yang berhembus. Semalam pun saya mendirikan tenda juga hujan²an, tapi gak ganti baju, aman² saja karena memang gak begitu dingin, suhunya masih 28-26°C saja. 

Pagi kami mulai membuat sarapan, cuci² piring dan saya mulai berkemas sedikit, barang² yang sekiranya bisa di loading ke mobil saya lakukan lebih awal. Sekalian saya turunkan mobil dari parkiran atas ke parkiran bawah dekat area camp ground. 



Dewi dan Fi-fit buat sarapan, bikin mie goreng, mie rebus, bebek suwir dan bikin mi bihun. Sama nyeduh teh tarik dan kopi buat sarapan pagi. 


Lokasi kami mendirikan tenda kali ini itu adalah dibatas area coral terakhir, karena terasering selanjutnya sudah tanah, biasa digunakan untuk camper van. Di posisi ini cukup pas karena sampai jam 8 up itu mataharinya tidak nyorot langsung jadinya tetap sejuk, daripada tempat yang kami bertiga sebelumnya camp di sini. 



Setelah selesai makan semua, baru mulai bersih², barang² mulai diringkesin masuk mobil, satu per satu. Dimulai dengan perabotan makan, saya langsung ringkesin tenda abu², kemudian Tendaki Berneo, setelah selesai, baru terpalnya. Packing ke dalam mobil pun sudah rapih, menjelang jam 10 kami sudah siap pulang. 

Mobil saya duluan naik, karena saya harus ambil jaminan di loket pendaftaran. Tapi ditunggu mobilnya Aan gak naik² ternyata ada masalah. Untungnya saya sedia HT buat komunikasi selama di sana, akhirnya Datsun turun balik untuk backup. Untungnya Datsun selalu standby kabel buat jamper aki. 

Akhirnya mobil bisa nyala, jam 10:30 kami meninggalkan Sempu Hills Side. Meninggalkan kenangan dan catatan pengalaman ngecamp terbaru untuk tahun ini. 

Segitu saja catatan yang bisa saya bagikan, gak begitu lengkap dan detail. Yang pasti Sempu Hills Side ini akan tetap jadi pilihan camp ground favorite, karena murah meriah dan bersih. Salah¹ keseruannya ya angin yang besar saja itu, dan akses ke colokan listrik yang belum ada, terbatas di area tertentu saja. Sampai jumpa dipostingan soal camp lainnya lagi. -cpr

#onedayonepost
#camping
#sempuhillsside
#bukitsempu
#healing


Sunday, April 6, 2025

Ngecamp #1 2025, Lagi² Back to Bukit Sempu (Sempu Hills Side)

April 06, 2025 0 Comments
Sebelum memulai tulisan ini koq ya saya ini rasanya ingin tertawa šŸ˜…, dari banyak tempat camp di daerah Jawa Timur, rasanya ini tempat camp yang paling sering saya datangi buat ngecamp šŸ•️. Kalau membaca dipostingan blog saya selama ini, beberapa kali saya ngecamp di sini.


Oh ya terakhir camp di sini bareng ibu saya, sewaktu beliau ingin ngerasain vibes-nya anak muda ngecamp kaya apa sih.

Mundur lagi ke beberapa tahun sebelumnya, saya pernah single-solo camp di sini. Waktu itu saya masih baru punya tenda yang untuk camp di pantai, eh pas ngecamp di sini dihajar angin gede, tenda bergoyang nyaris koyak rasanya, tapi untungnya tenda saya ini tenda automatis gitu, jadi ya kuat² aja.


Mundur lagi ke beberapa waktu ke belakang, ini jadi pertama kalinya saya ngecamp di sini. Waktu itu saya belum punya tenda sendiri, masih ngandelin tidur dibawah langit, dengan kursi lipat, modalnya sleeping bag aja, yang dirasain kedinginan kena angin malam Bukit Sempu, meski tak sedingin Bedengan camp ground, tapi ya aman² aja karena sleeping bag nya cukup buat menyelimuti tubuh, untungnya pas gak hujan juga jadi aman banget.


Jika dibilang tempatnya enak, ya menurut saya masih skala biasa aja sih, harganya murah juga tidak, bisa dibilang termasuknya mahal. Belum lagi di sini yang paling tidak enak itu adalah anginnya yang kenceng banget, jadi misal klo ke sini ya harus bawa makanan jadi saja, soalnya kalau mau masak² di sini repot kalau banyak angin.

Jadi kalau ditotal sudah mau kali ke-4 camp di sini, pertama ditahun 2023 ini 2x (Juni dan Oktober), 2024 (Januari) dan 2025 (April).


Jadi diakhir libur lebaran kali ini, saya dan partner saya berencana untuk ngecamp, ya merasakan camping tipis² gitu, menikmati city light. Nah lokasi yang terdekat dan mudah dijangkau ya di Bukit Sempu ini.

Saya gak akan lagi info soal dimana lokasinya, bisa baca aja dipostingan saya terdahulu. Link tautannya akan saya bagikan di atas tadi ya, tinggal klik saja silakan baca.

Belakangan memang saya sudah nyaris jarang ngecamp lagi, terakhir ya camp di pinggir laut setelah itu off. Tahun 2024 saya banyak isi aktivitas memancing. Hujan jadi alasan yang memperberat saya untuk ngecamp, soalnya kalau hujan itu pasti bikin tenda basah dan itu yang merepotkan ketika membersihkan setelah kegiatan. Soalnya kan saat ini saya masih pekerja, gak ada waktu buat membersihkan setelahnya.


Btw, jadi diakhir libur lebaran 2025 ini, partner saya ngajakin untuk trip camp tipis². Kebetulan pas beberapa minggu lalu sebelum libur lebaran tiba, kami berdua kongkow di cafe di area Bukit Sempu ini, dia lihat sepertinya ngecamp seru juga buat healing.

Saya lihat di area campnya sudah berubah sudah ditata bagus, sekarang tanah untuk area camp itu tidak lagi bertanah, tapi kini sudah dilapis permukaannya dengan koral atau krikil gitu. Ini bagus sih, jadi gak bikin ledok becek kalau hujan, juga air meresap lebih mudah ke tanah, tidak menggenang. Kemudian soal penerangan sudah ada lampu hiasan dan kamar mandinya pun terang, sudah permanen dan bersih.

Akhirnya direncanakanlah kita mau ngecamp di sana, persami (perkemahan Sabtu-Minggu). Personel yang ikut camp kali ini hanya kita bertiga, saya, DKR dan DN.

Urusan tenda aman, karena saya sudah punya periperal standar untuk camp tipis², paling mentok ya urusan makan saja dan itu pun cukup bawa makanan pas yang simpel² saja untuk ?makan malam dan sarapan, toh makanan jadi yang tinggal panasin aja ada.

Urusan perkap saya yang atur, semua sudah saya masukan dimobil. Bisa dilihat didokumentasi yang saya ambil sebelum berangkat.

Rencana saya pakai Tendaki4 untuk ciwi² dan BigAdventure untuk saya pribadi, kebetulan BigAdventure ini tenda pribadi yang sudah lama tidak saya gunakan, terakhir saya pakai sewaktu ngecamp dimana ya? Sampai saya juga lupa.

Mau siap² berangkat, eh Pandaan hujan, liat jam sudah menunjukan jam 16:00 sih.

Tapi emang rencananya camp tipis² ini kita gak memaksakan jika kondisinya masih hujan, liat sikon saja nanti gimana di sana, soalnya hujan masih awet di Pandaan. Kalau dengar berita ramalan cuaca, setelah lebaran ini musim kemarau panjang bakalan menerpa, tapi ternyata hujan masih awet sampai saat ini.

Seperti kebiasaan saya yang penting perabot buat camp ready, jadi kalau mau mutusin ngecamp juga siap.


Sekitar jam 17 saya berangkat ke Green View untuk menjemput DKR dan DN. Di sini kami bersiap: nambahkan barang bawaan lain seperti bahan makanan, alas tidur, bed cover dan bantal, serta peralatan kebutuhan pribadi tentunya.

Jam 18 kita berangkat dari Green View, lalin arah traffic light Taman Dayu sore ini padat sekali, volume kendaraan sedang tinggi, sampai kena TL beberapa kali terhenti, akhirnya diputuskan ngetol, karena belok kiri jalan terus dan tinggal keluar GT Purwodadi, cukup bayar Rp 16.000,-.

Sampai di lokasi kalau gak salah jam 19, masuk ke loket bayar parkir mobil Rp 10.000,- dan tiket masuk per orang Rp 5.000,- total jadi Rp 25.000,-. Pembayaran awal di gerbang masuk yang dijaga, ada struk tiket resminya juga dari pengelola.

Ternyata di lokasi sudah cukup ramai tenda berdiri, rata² yang ke sini mereka keluarga menyewa tenda di tempat, karena memang disediakan persewaan on the spot. Untuk parkiran juga ramai, motor² banyak, mobil pun juga, mereka juga ada yang tujuannya ke cafe.

Sampai di sana, pilih spot buat dirikan tenda. Saya ke bangunan bambu untuk bayar tiket camp. Tiket camp untuk saat ini per orang Rp 25.000,- dapat bonus air mineral ukuran 600 ml.

Suasana malam ini terbaik, minim angin, bener tidak ada angin sama sekali, jadi malam ini tenang, bisa masak²an di luar tenda. Kemudian langit cerah walau sedikit berawan, city light bisa terlihat dengan jelas. Padahal sempet khawatir di sini hujan, tapi sebelum berangkat berdoa dan ternyata diberikan rejeki yang terbaik.

Sebelum berangkat, kami berdoa dulu, DKR yang memandu. Anak Tuhan ini memang selalu dekat dengan Bapa, dan dia jadi inspirasi untuk saya yang masih jauh.

Tadinya saya pikir tenda ini nyewa on the spot, ternyata ini punya pengunjung juga lumayan besar karena ini sekeluarga dengan tenda putih gading sebelahnya. Mereka bawa olor kabel yang relatif panjang, mungkin 25+ meteran lebih.


Malam ini makan malam pakai nasi goreng + sate babay, mantab jiwa deh, makan di view seperti ini.

Malam saya mulai tidur jam /23, suasana malam itu cukup ramai, ya suara anak² dan pengunjung remaja lain yang asyik ngobrol. Bahkan sampai jam segini anginnya pun masih tenang.

Suasana tenda ketika malam, Tendaki #4 dan Pangrango #2

Anginnya mulai berhembus sekitar jam /1 pagi. Itu suara gemuruh anginnya mulai kedengaran, agak seram sih. Jadi suaranya gemuruh dari kejauhan. Untungnya anginnya gak kaya angin ribut, tenda juga gak terlalu koyak kena hembus angin.

Tenda warna hijau² di sisi kanan itu adalah tenda yang disewakan on site. Kalau gak salah sih dari NatureHike.

Kalau ini tenda kami, saya tidur di tenda hijau tosca dan ciwi² di tendah merah.

Tampak belakang BigAdventure dan tampak samping Tendaki

Kalau kalian tertarik tenda yang digunakan bisa kunjungi link dibawah ini:
šŸ•️ Tendaki Borneo #4 yang berwarna merah, bisa diisi 4-5 orang lah bisa lihat selengkapnya di sini.
šŸ•️BigAdventure Pangrango #2 yang berwarna hijau tosca,hanya bisa diisi 2 orang lah, bisa lihat selengkapnya di sini.

Pagi hari jam 5 pagi angin mulai reda tapi masih berhembus sepoy². Udara mulai dingin itu setelah angin mulai berhembus kencang semalam, sekitar jam /1an itu mulai dingin, udaranya lebih dingin lebih sejuk karena dibantu hembusan angin dari gunung.

Beberapa Perbaikan Bukit Sempu Camp Ground
Tersedia CCTV, area parkir yang memadai, untuk mobil dan motor space-nya luas dan nyaman karena sudah berpaving blok, beda dengan dulu ya masih tanah.

Perbaikan yang paling mencolok ada di sektor kamar mandi. Dulu kamar mandinya semi permanen dengan bilik bambu dan atap jerami. Kalau sekarang sudah layak dan bersih banget, WC nya juga sudah duduk di tiap kamar mandi. Total ada 2 bilik madep ke arah mushola dan 2 bilik yang madep arah sebaliknya.

Kemudian untuk berwudhu juga banyak kerannya. Airnya kini sudah dibuat tampungan lebih banyak jadinya air berlimpah. Tampak di sisi lain ada tandon² air besar ukuran 5000 literan beberapa unit.

Catatannya cuma di kamar mandi ini banyak serangga semut, semut² yang berubah jadi serangga terbang, mereka bermain-main di lampu, akhirnya semut² hitam kecilnya nempel² di tembokan, jadi agak mengganggu dan risih kalau buat saya.

Sekedar informasi, lahan camp ground yang dikelola  ini sekitar 20Ha, kalau dengar informasi dari penjaga sini. Katanya juga setiap malam jumat itu off di sini, gak diopen buat camp. Tapi gak tahu juga sih bener apa gak, takutnya saya salah dengar informasi.

Sayangnya saya lupa dokumentasikan view kamar mandi yang saat ini.

Pagi ini saya bangun jam 5an dan baru keluar tenda /6 pagi, itu langsung ke kamar mandi, cuci muka dan sikat gigi.

Sekitar jam 7an kami siap² sarapan. Menu sarapan kami yang simpel² saja, ada nasi sisa semalam, kemudian mi instan kuah dan goreng, plus sosis dan siomay 'kalau salah', telor goreng mata sapi. Sesederhna itu makan pagi kita pagi ini, tapi menyenangkan dan mengenyangkan.

Yang beruntung adalah anginnya gak kenceng, wajar lah anginnya jadi bener² good vibes dan suasana mendukung sekali. Posisi tenda kami juga ini posisi yang enak, karena pas pagi matahari gak langsung kena matahari, jadi masih teduh. Posisi yang enak lagi itu tenda yang besar yang ada di depan kami, terlihat di dokumentasi foto² yang diatas, atau bisa lihat di video Youtube #videodibuangsayang

Sekitar jam /10an kami bersiap mulai kukut² barang bawaan satu per satu, dimulai dari peralatan makan kita cuci², kemudian perabotan di dalam tenda buat tidur kita ringkesin, kemudian peralatan² kecil pendukung. Baru setelah semua itu beres mulai beberes tenda, dimulai tenda kecil yang saya pakai dan terakhir tenda doom besar.

Sayangnya video waktu awak bikin tenda gak sempet kebuat karena malam dan waktu itu pencahayaan dari kamera hape saya gak bagus, jadi saya urungkan merekam, barulah pagi saya buat dokumentasinya seperti yang ada di channel youtube pribadi saya.

Baiklah segitu saja catatan trip ngecamp kali ini. Sepertinya akan bakal kembali lagi ke sini, soalnya DKR nampaknya kepincut ke sini lagi, tapi dengan perlengkapan tidur yang lebih proper, yang empuk, soalnya sejak pakai koral, jadi sakit sih emang tapi jadi lebih bersih, semut² juga ogah main², karena takut mati kehimpit batu, jadi paling satu dua semut aja yang tengah bertualang.

Kemudian, kalau ke sini jangan lupa bawa kain majun buat lap alas tenda pasti akan mengembun dari bawah, jadi perlu ngelap tenda pas ngeringkesin, supaya gak lembab dan berbau kalau disimpan.

Catatan lagi, bawa kabel olor panjang, minim² 25 - 50 meter tergantung posisi, cuma posisi yang rekomendasi ya di posisi kami tadi dirikan tenda dan satu lagi yang posisi tenda besar depan kita. Jadi aman urusan listrik, untuk lampu atau butuh ngecas gak jauh².


Baiklah segitu saja cerita akhir penutup libur lebaran tahun ini, semoga kita bisa ngetrip bersama lagi di lain kesempatan. Oh ya, jadi biaya untuk ngetrip kali ini ya bawa 100K untuk 3 orang worth it lah ya.

Sampai jumpa dicatatan healing ngecamp lainnya, entah dimana lagi, atau di sini lagi dengan cerita berbeda lagi. Besok sudah masuk kerja lagi, cari uang lagi. Mari semangat's. Terima kasih buat DKR dan DN, kapan² kita trip lagi. -cpr

#onedayonepost
#camping
#newbukitsempu
#firstcamp2025
#purwodadipasuruan