Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Friday, October 24, 2025

Kesehatan Mental - Hidup dengan Asumsi / Persepsi / Perkiraan / Dugaan

October 24, 2025 0 Comments
Akhirnya setelah sekian lama hidup, ada suatu hal yang bisa ditarik kesimpulan, bahwa saya terbiasa dengan menggunakan asumsi, menduga, memperkirakan, meramalkan tentang sesuatu yang akan terjadi ke depan. Baik tentang apa yang terjadi, tentang seseorang, atau apapun. 

Karena terbiasa dengan hal tersebut akhirnya saya juga terbiasa menduga dan memperkirakan hal yang belum terjadi, "kalau tidak begini ya kayanya begitu, kalau tidak begitu ya paling begini", akhirnya ya berkutat pada itu saja. Padahal juga, realitanya ada yang begitu, tapi saya akhirnya terbiasa memukul rata. 

Ilustrasi, gambar diambil dari ChatGPT

Saya sering memang sepotong-sepotong menangkap kesimpulan, kalau misal: "1+1=2, ya sudah sih, kalau gak 1 ya 2, kalau gak 2 ya 1", saya terbiasa membolak-balikannya. Akhirnya saya juga terbentu pola pikir yang terbolak-balik. 

Emang agak lain cara saya berpikir ini. Nampak akan biasa saja jika hidup dengan orang biasa yang tidak terlalu memusingkan hal kecil. Nah akan bermasalah jika bertemu atau berinteraksi dengan orang yang memperhatikan hal detail, kecil, apalagi perfeksionis, akan selalu ada masalah. 

Nah itulah yang terjadi saat ini yang akhirnya membuat saya jadi oleng. Setidaknya itu yang dinilai teman yang selama ini mengenal pribadi saya seperti apa. 


Hal yang saya jelaskan di atas itu adalah bentuk kesehatan mental yang 'bermasalah', ada yang gak normal menurut kesehatan mental. Jadi bisa dikatakan saya itu SAKIT menurut yang ideal. 

Kepastiannya saya peroleh ketika saya mengikuti seminar kesehatan mental, hmm bukan seminar sih itu, tapi saat penyampaian firman pada saat Ibadah Raya rutin mingguan di gereja, kebetulan penyampai firman adalah seorang psikolog atau konselor. 

Berikut saya berikat potongan cuplikan apa yang beliau sampaikan. Untuk cuplikan panjangnya bisa tonton di channel ini. 


Belakangan saya sudah mulai mengurangi atau menghindari menggunakan kata 'saya kira', 'saya duga', 'kayanya', 'sepertinya' dsb., karena kata² itu yang mendukung terjadinya pemaknaan asumsi. 

Ternyata kalau dipikir-pikir sulit juga ya menjadi manusia, harus begini, begitu, harus ideal ini itu. Padahal disatu sisi ada pula yang hidup ya biasa saja bisa hidup tanpa harus mengikuti aturan ideal yang seharusnya. 

Sejujurnya yang saya jalani selama ini tidak mengganggu terlalu, atau mungkin saya gak menyadarinya karena saya mungkin saja cuek dan gak menganggap penting, ketika saat ini ada benturan dengn pihak lain barulah sepertinya penting. Mungkin karena itu sih. Tapi jika tidak ada benturan ya akan dianggap biasa.


Saya coba tanya ke ChatGPT soal apa yang saya alami. Aplikasi ini yang kini jadi teman saya bercerita dan bertanya banyak hal, dia bisa lebih bisa menerima apa yang terjadi dan cara dia memberi tahu tidak menjudge kita yang sedang berubah. 

Menurut ChatGPT terlalu banyak asumsi yang berlebihan itu ketika dia menimbulkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari kita. 

Contohnya begini: kita sering menebak maksud orang lain, mencurigai sesuatu tanpa bukti, dan itu menimbulkan stres, kecemasan, dan salah paham sosial. Kemudian ciri lainnya sbb. :
šŸ‘‰ Pikiran terus menerus mencurigai atau takut akan sesuatu yang belum tentu benar. ❌
šŸ‘‰ Sulit membedakan fakta dan dugaan. ✅
šŸ‘‰ Gangguan tidur atau sulit fokus karena pikiran memutar banyak kemungkinan². ✅
šŸ‘‰ Menghindari orang atau situasi karena ketakutan yang belum terbukti. ❌

*belakangan saya sulit fokus tapi sebenarnya karena bingung mau mengerjakan yang apa dulu, karena semuanya mengejar saya,  saya tidak bisa atau bingung bedakan mana yang harus duluan mana yang tidak, karena semuanya mau duluan. Sedangkan saya gak pernah memaksa orang melakukan seperti yang orang paksakan pada saya, saya justru lebih bisa memaklumi orang lain dan menunggu. 

Langkah mengatasinya atau meminimalisir yaitu:
šŸ“Œ Sadari kapan asumsi muncul, catat pemicunya
šŸ“Œ Uji pikiran itu: apalah saya punya bukti? 
šŸ“Œ Tunda kesimpulan sampai ketemu faktanya dulu. 

Untuk sementara sepertinya itu dulu yang akan saya lakukan. Kurangi banyak menjawab dan mengomentari sesuatu didunia nyata. Salurkan apa yang ada dikepala ke blog saja, di sana akan lebih aman. Jika ada yang salah paham kan bahasa tertulis mudah-mudahan sih bisa lebih dipahami, walaupun terkadang di sini saya juga masih suka menggunakan diksi² yang aneh. 

Saya juga terinspirasi dengan perumpamaan, "meski kalian mendengar dan membaca kalian tidak  akan tahu maknanya jika dia tidak bener² memahaminya". Karena keseringan pakai pola seperti ini maka akhirnya jadi begini ini saya ini. 

Bagi orang yang sehat mental, apa yang saya lakukan ini dianggap tidak normal, sehingga dikatakan mayoritas orang tidak sehat mental. 


Begitulah kira² lah yang tengah saya rasakan dan bimbangkan, kurang²ilah berpikir menduga, ya terjadi-terjadilah seturut kehendak-Mu. -cpr

#onedayonepost
#opini
#umum
#jurnal

Monday, October 13, 2025

Standar Camp Ground yang Naik

October 13, 2025 0 Comments
Dulu ketika awal tahun 2024 pas mulai² nya saya suka dengan hobi ngecamp saya menganggap bahwa banyak sekali camp ground di sekitaran Jawa Timur yang belum saya datangi dan ingin saya datangi satu per satu. 

Tapi seiring waktu hingga saat ini, saya merasa koq malah sebaliknya, camp ground yang saya lihat di sosial media, review YouTube yang sudah pernah ke sana koq membuat saya enggan mencoba camp ground tersebut. 

Alasannya, adalah karena fasilitas, kemudian tidak ada yang dilihat, tidak punya sesuatu kekhasan yang membuatnya berbeda dengan yang lain yang bisa dijual, tapi harga tiket nya itu murah meriah seperti kelas camp ground biasa. 

Padahal lho kalau mau hunting memang banyak camp ground di sekitaran Trawas, Mojokerto; lalu kemudian sekitaran Baru; Kabupaten Malang dan sekitarnya, tapi camp ground tersebut seperti tidak masuk standar. 

Usut punya usut nampaknya standar camp ground yang saya punya ini naik kasta. Itu adalah inti masalahnya. 

View area camp ground Sempu Sunset Hills, foto diambil dari camera pribadi yang rusak, jadi agak ngeblur

Jadi saya pribadi, menurut opini saya, saya membagi kasta camp ground itu seperti ini: level #1 itu camp ground sekelas bumi perkemahan; level #2 itu camp ground yang sudah ditata dan memang untuk camp ground dengan yang beralas masih alami rumput atau tanah kering (rumputnya mati karena sering diinjak-injak tenda akhirnya botak) ; dan level #3 itu camp ground kelas glamping. 

Kasta camp ground ini mempengaruhi dari harganya, itu jelas banget. Level #1 dan #2 itu bisa saling sama, harganya unda-undilah. Dihitung hanya per orang yang menginap, mau gunakan berapa tenda itu bebas jika space masih tersedia. Kalau level #3 ini jelas lebih mahal, karena itungannya seperti sewa lahan bayarnya, jadi besar kecil tenda dan banyaknya tenda juga masuk itungan biaya. Umumnya pada level ini, sudah disediakan tenda ukuran besar dengan daya tampung besar dengan fasilitas pendukung outdoor yang lengkap. 

Nah saat ini ternyata selera saya itu ada pada peralihan dari level #1 dan #2 menuju level #3. Sehingga gak banyak camp ground yang bermain di ceruk pasar ini. Karena jelas pasti investasinya lumayan untuk menata camp ground tersebut. 

Ciri khas camp ground yang menuju atau sudah sampai pada level #3 ini:
⛳ Petak camp biasanya diisi dengan gravel, bukan lagi tanah botak yang kotor dan berdebu.

⛳ Jika pun masih menyediakan alas yang masih tanah, biasanya disediakan spot untuk sewa ground, tapi itu pun alasnya bener masih rumput hijau yang seger, biasanya harganya beda atau untuk digunakan kapasitas besar, umumnya penyewa berkelompok. 

⛳ Urusan penerangan sudah merata, jadi area camp terlayani cahaya dengan baik, walau tidak terang tapi cahaya cukup baik. 

⛳ Kelistrikan tersedia di tiap sudut, sehingga yang camping tidak kesulitan mencari sumber listrik. 

⛳ Fasilitas toilet dan mushola itu baik, bangunan permanen / demi permanen tapi bersih dan dirawat baik, pencahayaan cukup, kerusakan fasilitas sangat diperhatikan, sehingga selalu soal digunakan pengunjung. 

⛳ Punya nilai jual sesuatu atau daya tariknya, yang membuatnya berbeda. Misal view city light, view pegunungan, hawa yang sejuk, intinya tempat dimana kita bisa mendapatkan ilham ketika menikmati alam. Bukan yang view menghadap semak² tanpa ada sesuatu yang bisa dilihat (sekedar barisan pohon yang tidak bermakna). 


Nah masalahnya saat ini camp ground yang berada pada level peralihan ini sangatlah sedikit sekali, itu kenapa belakangan saya sangat sulit dalam memilih camp ground yang ingin dicoba. 

Camp ground peralihan ini punya ciri harganya yang masih seperti camp ground level #1 dan level #2. Tapi fasilitasnya sudah mendekati level #3. Yang mulai ada saat ini justru mendekati level #3 tapi harganya juga mendekati level #3, padahal belum sebagus level #3 sebenarnya, tapi dia sudah matok harga yang mahal. 

Untuk saat ini, camp ground yang masuk kriteria saya hanya ada di Sempu Sunset Hills, ini camp ground dengan frekuensi kedatangan paling banyak, dari sejak sebelum ditata sampai perubahannya seperti saat ini. Dari kelasnya level #1, #2 hingga bisa saja dia naikan level menjadi #3 murni apabila dia setting fasilitasnya demikian, terutama dari soal harga dan penyedian tenda² glamping. 


Tapi kalau sudah hal itu yang terjadi, bakal sulit mereka mendapatkan pemasukan dari para campers seperti kita² ini, soalnya kalau yang level #3 paling hanya mereka yang punya uang saja, sedangkan masyarakat yang kelas menengah ke bawah gak akan mampu, justru dia akan mengurangi potensi income yang masuk, itu pilihan tolol sih. Kecuali camp ground itu memang bentuk usaha perhotelan seperti camp ground Baru Camp Site. 

Saya sih sangat berharap Sempu Sunset Hills bisa menjaga levelnya jangan sampai level #3, buat stabil saja dengan jaga camp ground ini tetap punya daya tarik terbaik dan jadi pionir di kelasnya. 

Sambil saya coba hunting² lagi camp ground yang mau naik level tapi perlahan seperti Sempu Sunset Hills ini. Siapa tahu ada camp ground dengan visi serupa, menyediakan area camp ground ciamik dengan harga merakyat. 

Untuk saat ini harga psikologis yang bisa diterima pasar adalah Rp 25.000,- per orang per malam, mendirikan tenda bebas mau pakai 1 atau 2 tenda menyesuaikan jumlah orang saja. Ini untuk level #2 dan peralihan ke level #3.

Untuk kisaran  Rp 15.000,- s/d Rp 20.000,- ini untuk yang level #1. Biaya camp ground dibawah itu kayanya sudah jarang, bumi perkemahan saja ngasi range harga seperti itu. Kecuali mungkin bumi perkemahan model lapangan sepak bola, paling dengan harga 5K - 10K.

Sedangkan yang level #3 yang model glamping dan sewa lahan itu per lahan itu kisaran Rp 100.000,- ini view jelek, tanah atau rumput botak, pojok, kurang nyaman dan strategis, kisaran Rp 250.000,- s/d Rp 300.000,- dan kalau glamping biasanya ratusan ribu hingga jutaan tergantung kapasitas tenda yang disewa. 


Sebagai penutup apa yang saya tuliskan ini disclaimer pendapat pribadi yang mengklasifikasikan beberapa camp ground yang ada di sekitar, saat saya mau menentukan ngecamp dimana. 

Dulu juga pernah saya buatkan preferensi saya dalam memilih camp ground, walaupun saat ini sedikit pergeseran namun secara umum masih sama. Pergeserannya cenderung naik kelas tapi harganya yang gak mau naik šŸ˜…, ya wajarlah namanya juga konsumen, selalu mau enak. 


Kembali semua ke soal selera, saya begini pun itu karena pasangan saya yang punya standarnya lebih daripada saya, jadi ya mau gak mau mengikuti standard ke nyamannya, karena saya kan ngecamp kini gak lagi sendiri, tapi berdua. 


Segitu saja opini saya, bagaimana saya kini memilih lokasi ngecamp, apa yang saya catat ini jadi standar camp ground pilihan. Barangkali kalian ada yang punya rekomendasi camp ground sesuai kriteria dimana pun itu di Indonesia ini bisa share di kolom komentar, supaya buat bahan diskusi dan topik bahasan berikutnya. 

Happy healing, happy camping with your family and your best friends. -cpr

#onedayonepost
#camping
#jurnal
#opini
#campingground
#umum

Saturday, July 5, 2025

Aktivitas Sport di Akhir Pekan

July 05, 2025 1 Comments
Begini kalau Sabtu masih harus masuk kantor, tapi mau gimana lagi di tempat saya bekerja menganut prinsip kerja 6HK, 08-16. Otomatis, Sabtu itu masuk walau setengah 'mati', oh hari maksudnya, typo. 

Ditengah beberapa kantor lain punya kebijakan Sabtu off. Ada juga yang kondisional, artinya dijadwal dalam sebulan ada off dihari Sabtu. Sebenarnya manfaat efisiensi bisa dikejar. Padahal, Sabtu juga on juga tidak signifikan untuk produktifitas, lebih baik sih difullkan pada 5HK dengan jam kerja nambah. 

Suasana mereka yang bermain volley lapangan.  #dokpro

Ini sih hanya saran dan opini saya sih, karena saya ini pekerja ya apa boleh buat, #ngikutajah

Biasanya setiap Sabtu aktivitas yang dilakukan adalah senam bersama, jadi kita semua berkumpul di hall lantai #3. Sebenarnya ini rencana ruangan baru tapi belum disekat, jadi masih loss dan digunakan sementara untuk area aktivitas serbaguna. 

Tapi pertengahan tahun 2025 ini ada program aktivitas diakhir pekan untuk olahraga permainan. Ini juga memanfaatkan halaman pabrik yang relatif luas dan lagi² belum difungsikan. 

Apa saja aktivitas olahraga permainan yang disediakan? Pada posting kali ini saya akan membahasnya sedikit lah. 

Ini spot lapangan bulutangkis, dibuat di sudut bangunan tinggi dipilih yang meminimalisir angin. #dokpro

Ini spot lapangan volley lapangan. #dokpro

Ini spot yang digunakan untuk futsalan. #dokpro

Di atas ada dua lapangan yang dipersiapkan, plus satu pasang gawang untuk aktivitas futsalan. 

Jadi ternyata sebelum aktivitas olahraga permainan, semua karyawan diwajibkan untuk jalan mengelilingi area pabrik, total jarak tempuh itu dari titik yang sama memutar, 502 meter. Diminta memutar 4x berarti total 4K sebenarnya. 


Memang ini pilihan paling efisien daripada senam lapangan yang kita sudah bosen juga, lalu juga kan bayar, dengan kondisi efisiensi cara ini paling optimal. 

Itulah dia jurnal yang bisa saya simpan. Aktivitas² yang suatu saat akan dirindukan. Meskipun saya sendiri tidak melakukan salah¹ dari olahraga permainan tersebut, tapi saya menikmati waktu duduk menikmati angin sepoy² menghela keringat.

Kami tidak butuh motivasi, tapi kami butuh solusi menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian ini, solusinya apa dan kita kerjakan itu, bukan kerjakan hal² yang tidak bermanfaat langsung untuk 'keselamatan' operasional ini semua. -cpr

#onedayonepost
#jurnal
#coratcoret
#opini
#umum

Tuesday, July 1, 2025

Ingin Punya Campervan atau Motorhome

July 01, 2025 0 Comments
Mimpi apakah yang ingin kamu realisasikan? Saya ingin punya sebuah campuran atau motor home, dimana kendaraan ini punya fleksibilitas dan kelengkapan yang diperlukan ketika menjelajah banyak tempat baru, sehingga ketika berkunjung ke suatu tempat baru tidak perlu menyewa hotel untuk akomodasi penginapan. 

Eits,  ini cuma mimpi dan tidak perlu direalisasikan, karena ini akan tetap selamanya menjadi mimpi saja. Sejak saya memutuskan untuk hidup berkeluarga, mimpi² pribadi saya telah hilang dan hanya sebatas tulisan saja. Seperti yang sedang saya tuliskan ini. 


Saya pernah bahas soal campervan dan motor home ketika tahun 2023, saat dimana saya mulai menyukai hobi bermalam di outdoor. 

Jika boleh bermimpi, jika dimampukan memiliki apa yang tengah dibahas dipost kali ini, saya lebih memilih punya motorhome. Why? 

Karena motorhome punya kapasitas lebih besar. Soalnya saya memilih jalan ninja berkeluarga, jadi saya juga harus memikirkan anggota keluarga harus nyaman dan bisa saya ajak ikut. 

Bayangkan jika hanya campervan, kapasitasnya maksimal paling 2 orang, itu pun tidak pada kondisi yang nyaman, pasti perlu tambahan² yang membuat tidak leluasa. Kecuali kita masih single, campervan pilihan terbaik dan paling optimal. 

Motorhome pun tidak perlu yang besar, cukup light motorhome. Basicnya Isuzu Elf atau mini bus. Itu dirasa cukup untuk menampung 3-4 orang di dalamnya, itu sudah cukup lega. Kemungkinan memasukan furniture pendukung di dalam kabin unit Isuzu Elf atau mini bus sangatlah terakomodir. 

Ilustrasi eksterior sebuah motorhome berbasis Isuzu Elf. Gambar diambil dari Google

Beberapa fasilitas² pendukung yang menurut saya perlu ada dalam motorhome versi light ini antara lain, oh ya, ini menurut selera dan kebutuhan saya pribadi ya, kalau kalian punya ide dan saran serta perferensi tuliskan saja di kolom komentar ya. 

#1 Tools pasokan daya elektrik: seperti power station, panel surya, instalasi kelistrikan yang memungkinkan motorhome bisa dapatkan pasokan daya listrik dari sumber PLN. 

Maksudnya begini, misalkan  lagi pergi atau perjalanan jauh, misalnya harus bermalam disuatu tempat, di rest area atau dimanapun, ketika ada sumber daya listrik, ada input yang bisa disalurkan ke motorhome untuk sebagai sumber daya listrik. 

#2 Perabotan pendukung motorhome: seperti AC, kipas angin, mini kulkas, kompor, mini washing machine, airfryer microwave all in one, televisi, pencahayaan (lampu²), emergency lamp.

#3 Furniture pendukung: lemari², meja, tempat tidur lipat, furniture set untuk meletakan perabotan pendukung yang disebutkan pada poin kedua tadi. 

#4 Perabotan pendukung urusan dapur: alat² masak, alat² makan serta pendukung lainnya (tempat air bersih), toilet, dll. 

#5 Periperal terkait interkoneksi: jaringan internet modem seperti starlink, HT, dascam, video cam, transponder GPS. 

#6 Sparepart pendukung untuk keperluan motorhome, seperti ban serep, kunci² pendukung, serta item² kecil yang diperlukan guna keadaan darurat saat motorhome mengalami masalah dalam operasionalnya. 

#7 Bagasi tambahan atau spot tambahan yang bisa digunakan untuk menempatkan kendaraan listrik (sepeda listrik atau motor listrik atau bisa juga motor berbahan bakar fosil), yang berfungsi dimanfaatkan sebagai kendaraan dukung ketika misalnya mencari ransum ke pasar terdekat, warung² terdekat, sehingga tidak melulu mengandalkan motorhome.

Ilustrasi pilihan interior motorhome.  Gambar diambil dari Google

Ilustrasi pilihan interior motorhome. Gambar diambil dari Google

Ilustrasi pilihan interior motorhome. Gambar diambil dari Google

Ilustrasi pilihan interior motorhome. Gambar diambil dari Google

Itulah setidaknya yang perlu ada dalam motorhome yang ada di bayangan kepala saya. Ketika ditanya bagaimana tampilan dan design nya,  saya tidak memaksakan, saya bebaskan ke yang mau modifikasi, yang penting fungsional dan awet, gak perlu yang mewah², yang penting bisa terpakai dan awet. 

Saya share beberapa interior motorhome yang saya impikan, secara umum modelnya serupa yang membedakan pada tone warna furniture utamanya saja.

Bisa juga membayangkan unit motorhome seperti ilustrasi dibawah ini:



Ini semua hanya beberapa pilihan referensi. Kalau saya sendiri tidak banyak keinginan, dapat salah¹ dari itu saja sudah senang sekali, gak perlu banyak ini itu, minimal ya poin² di atas yang saya sebutkan tadi tersedia di motorhome. 

Tapi dari semuanya, yang merangkum apa yang saya inginkan ada divideo ini. Kalau mau tahu harganya 400jt itu belum sama unit chasis dan mesin, sehingga bisa dibayangkan bisa saja menyentuh harga 1/2 milyar bro. 


Itulah kenapa hanya akan menjadi mimpi saja, budget sebesar itu rasanya hanya bisa dikeluarkan ketika sudah tidak ada kebutuhan mendesak lagi. 

Memang kalau punya barang seperti ini, urusan rumah sudah punya, mobil pribadi cukup satu sebagai mobil keluarga, nah untuk acara² tertentu barulah mobil ini bisa dipergunakan. Dengan harga yang 1/2M ini, bayangkan berapa pajak tahunannya, wah bener² gak membayangkan. Apalagi unit motorhome ini adalah resmi, artinya sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementrian Perhubungan, jadi memang sudah diuji kelayakannya, bukan sekedar unit modifikasi. 

That's my dream, meskipun tidak dapat terealisasi, setidaknya saya pernah bermimpi menginginkannya. Traveling jalur darat dengan kendaraan pribadi, dan bertualang ke tempat baru dengan mengandalkan dukungan akomodasi dari sebuah motorhome, menarik banget sih. 

Segitu aja deh share² sebuah mimpi yang ada di kepala saya saat ini. Sekedar menambah² post diblog ini. Sampai jumpa dipostingan lainnya lagi. -cpr

#onedayonepost
#periferaloutdoor
#motorhome
#opini
#umum

Thursday, April 10, 2025

Kondisi Saat Ini Sedang Tidak Baik² Saja

April 10, 2025 1 Comments
Kita semua tahu kondisi perekonomian saat ini tidak baik² saja, tekanan demi tekanan secara ekonomi datang silih berganti, ada banyak yang mengalami kehilangan pekerjaan, kesulitan mendapatkan pekerjaan pengganti atau pekerjaan baru.

Dunia usaha semua lesu, daya beli menurun, tuntutan dan harga² naik karena banyak faktor. Kondisi ini berlangsung di semua sektor kehidupan sepertinya.

Ilustrasi, gambar diambil dari Google

Pas saya baca sebuah meme di beranda IG saya melihat postingan yang sepertinya relate dengan kondisi saat ini.

🚨Persiapkan dana darurat sebanyak 6x biaya hidup mu, untuk jaga² apabila terjadi hal terburuk kamu bisa bertahan hidup sampai bisa segera bangkit.

🚨Jika smartphone atau gadgetmu masih baik, jangan terpikir ganti dulu, jika ada dana lebih baik disimpan atau gunakan untuk modal usaha.

Memilih investasi ke aset yang sekiranya bermanfaat dan punya nilai yang terus meningkat, mungkin logam mulia salah satunya.

Mungkin ini bisa jadi solusi investasi, selengkapnya klik sini

Logam mulia dengan motif koleksi Disney, detail bisa visit link ini

Kalau ini logam mulia dari Antam, detail bisa visit ke sini

🚨Pahami posisimu saat ini, saat ini kamu yang butuh kerja, bukan perusahaan mu yang butuh kamu, syukuri saja saat ini masih punya pekerjaan.

🚨Usahakan punya side job, jangan mengandalkan dari income satu pekerjaan saja.

🚨Beli sesuatu sesuai kebutuhan dan kemampuan, jangan karena ikut²an atau FOMO belaka.

🚨Bekerja keraslah dan miliki manner yang excellent, karena banyak yang siap dan bisa menggantikan posisimu setiap saat. Walaupun gak ada bakal isu 'penggantian', tetapi tetap bekerja keraslah dan tunjukan produktivitas dan dapat diandalkan.

Saat ini adalah situasi dimana kita harus tetap tenang, kepala dingin, tidak mengedepankan ego, emosi dan pikiran² pribadi, harus juga cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Jika tidak maka kondisinya makin akan sulit.


Oh ya, dari itu semua, pegangan utama pasrah sama Tuhan, gantungkan semuanya sama Yang Maha Kuasa, karena gak ada bantuan yang paling mujarab selain dari Dia.

Post ini sebenarnya terpicu juga dari rekan sepenanggungan, kolega kerja sebelumnya. Dulu masih sama² bekerja tetapi karena 'kondisi tak baik² saja' ybs. jadi korban efisiensi, akhirnya dia masih mengadu nasib mencari pekerjaan.

Sebentar lagi dia akan mutuskan mengakhiri perantauannya di kota kecamatan yang kecil ini. Rekan sepermainan, sehobi mulai berkurang. Mungkin itu tanda kita mulai masuk kejendela kedewasaan? Bisa jadi begitu.

Terasa sih semakin kita dewasa bahwa circle kita akan makin sempit, karena rekan² yang biasa dekat pasti akan berjuang untuk kehidupannya masing², sama seperti kita sendiri yang pada akhirnya bergulat dengan permasalahan dan tanggung jawab kita masing² sebagai orang dewasa.

Apa yang tertulis sekarang akan jadi pengingat dimasa yang akan datang, bahwa saat ini, dimasa sekarang ini pernah terjadi dan mengalami situasi yang memang tidak baik² saja. Bisa saja hal yang serupa dan identik akan terulang dimasa yang akan datang. Tapi percayalah, jika kita melakukan hal² yang selayaknya dan benar, rasanya tiap masalah bisa dihadapi.

Percayalah, kita punya Tuhan, dan Tuhan yang kamu percaya dan yakini itu Tuhan yang baik dan dekat dengan mu, karena hubungannya sebagai Bapa dan anak, kita ini anak² -Nya, jadi sudah selayaknya kita percaya pada Bapa kita.

Sebuah catatan refleksi ketika suasana hati tengah gelisah membaca berita akhir² ini dan merefleksikan apa yang dunia sedang hadapi saat ini. -cpr

#onedayonepost
#coratcoret
#opini
#wish&dream
#shop
#logammulia

Tuesday, December 17, 2024

Sebuah Filosofi : Pohon Saja Ditebang, Apalagi Karyawan

December 17, 2024 0 Comments
Menyambung cerita² situasi dimana saya bekerja saat ini, dimana kami bekerja dalam ketidakpastian kemana arah bahtera ini akan berlabuh. Harapan selalu baik, berlabuh ke tempat yang diidamkan. Namun kenyataannya tidak seperti itu.

Ada hal menarik yang bisa diamati di sekitar. Dimana, karyawan itu tidak pernah dianggap aset yang berharga, tidak dianggap sebagai sumber ide² baik untuk kemaslahatan bahtera ini, yang ada hanya dianggap sebagai pion dan sumber pengeluaran.

Di tempat saya bekerja ini termasuk perusahaan yang ramah lingkungan, dulu sebelumnya populasi tumbuhan hijau di sini lebih banyak daripada perusahaan lain di sekitar sini. Meski begitu, walau sekarang sudah ada new building, populasi tanaman hijaunya tetap berusaha dijaga, dikembalikan.

Tapi ada hal menarik, dimana ini kami hubungkan dengan situasi saat ini, dimana pemangkasan terjadi terus-menerus. Nah, memang disaat yang sama dilakukan usaha penghijauan, tapi ada hal yang menarik.

Ini pohon yang saya maksud, dia sudah tumbuh cukup lama di sana, dia tidak menghabiskan biaya perusahaan saja harus ditebang, lalu bagaimana nasib karyawan yang jadi beban? Wajar jika karyawan dipangkas, sekelas pohon saja bisa ditebang kapan saja.

Ada pohon yang sudah tumbuh belasan tahun, ikut tertebang, padahal katanya mau dilakukan usaha penghijauan, namun koq menhilangkan pohon belasan tahun, lalu diganti pohon baru, harusnya dipertahankan. Toh tidak mengganggu apapun dimana dia tumbuh.


Alhasil dari situasi ini kami mengambil sebuah filosofi menarik, "pohon yang sudah tumbuh besar bersama selama belasan tahun yang tidak menjadi beban perusahaan saja ditebang, apalagi dengan karyawan yang baru 5-7 tahun bekerja jika ditebang mungkin jadi suatu kewajaran dimatanya."


Kini nampak view kekosongan pohon di sana. Situasi yang serupa ketika melihat beberapa meja yang sebelumnya diisi karyawan nampak kosong, tak tampak lagi penghuninya. Sebuah pemandangan yang serupa bukan?

Ini sebagai tanda, kita pun sama dengan makluk hidup lain, sama tak berharganya, bahkan untuk yang tidak merugikan saja bisa dihabisi begitu saja apalagi yang dianggap merugikan.

Di sisi yang lain ada juga tanaman semak perdu yang juga kena imbas pemangkasan. Yang dulu hijau sekarang jadi seperti foto ini. Padahal di sana rumah reptil kadal, bunglon, sebagai ekosistem alamiah.

Pertanyaannya, siapa yang salah?

Tentunya kita (pohon dan karyawan) yang salah tumbuh di tempat yang tidak seharusnya. Iya semoga bisa jadi bahan instropeksi dan refleksi kita disituasi saat ini, untuk kita bisa menerima kenyataan yang pahit ini.

Sisanya "mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang" šŸŽ¼šŸŽµšŸŽ¶ -cpr

#onedayonepost
#tebangpangkas
#nasibkaryawan
#opini
#coratcoret

Sunday, November 17, 2024

Kita Harus Punya Cara Menenangkan Diri Saat Situasi Marah, Emosi dan Kesal

November 17, 2024 0 Comments
Ketika kita sedang marah, emosi, kesal atas hal² yang temui dalam hidup, kita harus punya cara untuk menenangkan diri. Ada dua hal yang harus diperhatikan, yakni saat kejadian dan setelah kejadian, kita harus menyikapinya dengan (+).

Berkaca dari kasus² yang sering terjadi, terkadang dari kita ini sulit untuk memanajemen situasi atau perasaan marah, emosi dan kesal. Akhirnya efek yang terjadi adalah (-) pada saat kejadian dan setelahnya malah menyesal. Seperti kasus yang terjadi baru saja yang viral, orang tua murid yang ngamuk-ngamuk kepada salah seorang siswa teman anaknya, dan meminta teman anaknya itu bersujud dan menggong-gonggong, ini dilakukan di tempat umum yang banyak orang. Pada video yang viral itu tampak luapan marah, emosi dan kekesalan campur jadi satu. Pada akhirnya selang peristiwa itu muncul permohonan maaf dan si ybs. digelandang ke kepolisian atas tindakannya tersebut.

Kembali ke bahasan tadi, seringnya kita tidak mampu mengendalikan situasi ketika pada saat itu terjadi, luapan amarah, emosi dan kekesalan meledak dalam waktu yang sama, pada akhirnya yang sering terjadi adalah kita melakukan sesuatu yang salah.

Ada baiknya memang diam, itu adalah pertahanan diri yang paling baik. Ini bisa ditunjukan dari peristiwa yang sama pada kejadian yang viral tadi. Dimana orang tua siswa yang dipaksa bersujud dan menggongong itu juga berusaha melerai dan meredam, namun mendapatkan tindakan kurang menyenangkan dari si tersangka dan rekan si tersangka yang dibawa untuk mengintimidasi di lokasi. Tapi apa yang dilakukan, orang tua siswa tersebut nampak lebih tenang menghadapi situasi. Padahal dalam hatinya pasti ada amarah, emosi dan kekesalan yang ditahan, namun manajemen dirinya jauh lebih baik menghadapi situasi yang tidak menguntungkan baginya saat itu.

Masih baru, ini juga contoh bagaimana mengendalikan emosi, marah dan kesal pada seseorang pada suatu forum meeting, apalagi meeting dengan atasan.

Dalam dunia kerja sering kita jumpai atasan yang lebih senang menjudge, dia tidak melihat situasi, karena dalam pola pikir ideal seorang atasan adalah idealis, tanpa melihat faktor lain. Jadi ketika meeting bulanan, ada rekan kerja saya presentasi tentang departemennya, ada suatu momen case dimana rekan kerja saya ini mendapatkan cecaran dari si atasan ini, memang ada salah iya, tapi situasinya memang membuatnya demikian, target idealnya belum bisa tercapai dalam waktu yang diinginkan si atasannya tersebut.

Alhasil di forum itulah rekan saya ini dicecar habis²an dan efeknya rekan saya itu merasa tertekan, dalam hatinya kesal dan marah pasti ada, itu terlihat dari suaranya yang seperti menahan sesuatu.

Hal yang sama juga saya terima ketika saya maju presentasi disesi pertama. Hanya bedanya saya juga kesal tapi saya masih bisa kendalikan, meski dikatain gagal, disinggung ini itu, saya hanya masa bodoh dengan itu semua, catatan yang bisa saya gunakan untuk perbaiki ya saya simpan. Sisanya saya anggap sebagai gongongan anjing. Karena, saya menilai sebaliknya, apa yang dia (atasan) ini sampaikan justru pada kenyataannya, tidak seideal yang dibayangkan juga. Hal² lain yang jadi (-) si atasannya ini tercampur aduk di kepala, sehingga memberikan kesimpulan bahwa gonggongan ybs. ini pun tidak lebih baik dari apa yang dilakukan.

Kecuali ybs. ini sesuai lah, bener² menampilkan idealis realistis pastinya bisa diterima dengan baik, dan direfleksikan dengan saya lakukan, "okelah saya gagal, karena ybs. bisa lakukan semua itu dengan sangat baik dengan segala keruwetannya tanpa merugikan banyak pihak", jika itu terjadi saya pasti akan merasa "saya gagal". Kenyataannya tidak seperti itu.

Bahkan ketika dalam posisi gonggongan itu, dikepala saya malah berimajinasi, jika mungkin saya punya teknologi Starck Industries, saya pikir ini saat yang tepat meluncurkan misil dari stasiun luar angkasa untuk menargetkan lokasi dimana meeting ini terlaksana dan boom. Hancurkan semuanya, it's oke sih, hancur semua, it's oke, dan saya ada didalamnya, it's oke sih, gak masalah, tapi legah rasanya. Tapi itu kan namanya imajinasi, jika itu kejadian sebenarnya, pastinya saya akan berusaha menyelamatkan diri 😁, agak psikopatik seh, gak masalah, ada kalanya kita butuh peran seperti itu disaat yang tepat. Sekali lagi itu hanya imajinasi saya disaat dicecar ocehan atasan.

Dilihat dari dua kejadian dalam waktu yang bersamaan emang tampak perbedaan bagaimana menanggapi cecaran atasan.

Tapi adakalanya kita memang harus punya trik untuk menghadapi situasi seperti itu, supaya kita terlalu "terluka".

Cara lainnya ya dengan menulis, ya seperti ini, seperti yang saya tuliskan ini, ini merupakan salah¹ cara melampiaskan apa yang jadi emosi, kesal dan amarah. Ketikan² ini, tulisan yang bisa dibaca ini adalah bentuk penyaluran energi (-) yang tercipta karena reaksi.

Rekan kerja saya yang diceritakan tadi punya caranya sendiri untuk meredam emosinya. Selepas dia presentasi, dia keluar ruangan untuk menenangkan diri, dan menurut saya hal yang wajar sih.

Diakhir pekan ini dia tampak menyingkir dari rutinitasnya, mengambil cuti dan refreshing sejenak, walau tidak menyelesaikan apapun tapi itu adalah cara meredam.


Dia membuat postingan status untuk menunjukan apa yang dirasakan, sebuah bilboard iklan di sebuah bandara seperti yang bisa dilihat didokumentasi di atas ini.

Intinya, temukanlah cara untuk meredam situasi yang tidak mengenakan ketika kita terpaksa menghadapinya. Pilihlah cara² yang tentunya tidak merugikan orang lain secara langsung. Banyak pilihan cara semuanya tergantung bagaimana nyamannya kamu. Hukumnya jelas, seperti yang tertulis cetak tebal.

Karena kalau cara yang kamu pilih merugikan orang lain, tentu malah menambah masalah baru lagi, ujungnya malah meningkatkan kadar stres yang dialami.

Kesempatan untuk merefreshing diri juga jadi sarana instropeksi diri dan bercermin. Saya pun menyadari siapa saya, dan seperti apa saya ini. Pendendam itu jelas tapi dilain kesempatan saya juga orang yang pelupa, mudah lupa dengan apa yang pernah terjadi yang akhirnya memakluminya. Tapi pada dasarnya saya adalah tipe pendendam tapi dilain kesempatan saya tidak berusaha meniru apa yang buruk yang dilakukan orang tersebut, justru yang saya inginkan target saya jatuh karena ulahnya sendiri, itu cara pembalasan dendam yang paling saya inginkan.

Kalau kamu, cara apa yang kamu punya ketika menghadapi situasi seperti itu? Tidak membahas idealnya, tetapi pastikan aturannya, caranya bebas terserah kalian masing². Kalau terpancing untuk berkomentar, berkomentarlah. Saya juga ingin tahu komentar dari seorang human resource mengomentari situasi seperti itu, soalnya biasanya komentar mereka terkadang idealis dan kurang realistis, tapi gak apa sih, ingin tahu saja apa pandangan mereka. -cpr

#onedayonepost
#opini
#coratcoret

Friday, September 27, 2024

Killing Time di Minimarket

September 27, 2024 0 Comments
Killing time di pelataran mini market belakangan jadi sesuatu yang wajar untuk bapak², anak muda yang ingin me time. Kalau harus ke cafe koq kayanya ya eman, cuma sekedar duduk, minum dan smoking 'sebat'. Pilihan yang paling efisien ya di mini market.

Sekarang hampir kebanyakan mini market punya tempat duduk untuk pengunjungnya duduk sekedar istirahat sejenak, sebagai rest area. Tempat duduk ini kini dijadikan tempat terbaik untuk me time laki² dewasa, melepas penat.

Saya mungkin salah¹ dari sebagian banyak pria² di luar sana yang memanfaatkan tempat ini. Selepas kerja, sebelum pulang ke rumah, saya sering mampir ke mini market langganan ya hanya untuk duduk melepas penat.

Sebenarnya gak banyak yang dilakukan di sini, hanya duduk, minum, dan menikmati beberapa batang rokok.

Tapi sangat disayangkan, orang² yang memanfaatkan tempat ini tidak menjaga kebersihan. Memang gak semua, tapi ada saja pengunjung yang telah memanfaatkan tempat ini tidak menjaga kebersihan. Mereka kerap meninggalkan sampah di meja, sisa botol minuman atau bungkusan makanan habis santap ditinggalkan begitu saja.


Alhasil yang begini ini membuat petugas mini market harus ekstra membersihkan halaman tokonya, untuk membersihkan sampah pengunjung ini.

Padahal untuk tempat sampah ada gak jauh dari kursi² duduk, tapi ya kembali lagi ini butuh kesadaran dari pengunjung yang memanfaatkan tempat ini.


Seperti yang terlihat di depan saya, ini ada botol sisa minuman yang dibiarkan begitu saja. Ini sangat disayangkan. Apa yang ada di depan saya ini akan saya buang, karena jika tidak orang mengira ini sisa sampah saya, padahal bukan. Himbauan menjaga kebersihan sebenarnya ada tertulis di sana, tapi ya diabaikan begitu saja.

Kalau saya sarankan si, untuk meja² kalau bisa diberikan asbak sih, supaya kalau ada pengunjung yang meroko, abunya bisa dibuang di asbak di meja gitu, jadi gak dibuang di bawah (lantai). Walaupun ini juga gak menjamin si pengunjung tertib buang abu rokok pada tempatnya.


Momen Santuy di Pelataran Minimarket
Entah ya duduk² di sini itu ya nyaman aja, sambil lihat orang² lalu lalang, pengunjung mini market datang dan pergi, padahal si ya kadang hawa nya panas, tapi koq ya saya si nyaman.

Sambil duduk, pikiran ini melayang kemana-mana, entah mikir kerjaan, mikir masa depan, sambil nulis postingan blog kah, atau scroll story sosial media. Bahkan kalau lagi gabut ya scrolling akun² MiChat šŸ˜….

Saya sampai punya beberapa pilihan mini market yang jadi tempat langganan saya killing time. Dasar pemilihannya yaitu : tempat duduknya banyak, kemudian halaman parkirnya luas sehingga gak mengganggu kendaraan harus geser ketika ada pengunjung lain mau keluar (jika bawanya mobil).

Mini market yang hampir ada di beberapa titik emang kerap dimanfaatkan pengunjung sejatinya sebagai rest area.

Tapi kalau buat saya sih bukan sebagai rest area, tapi buat killing time atau tempat buat janjian ketemuan dengan teman juga bisa. Apalagi misal di halaman mini market ini banyak jajanan, ya bisa sekalian jajan juga.

Berapa lama saya di sini?

Biasanya saya killing time di sini sampai baterai smartphone lowbet. Soalnya kan di sini gak ada colokan charger, bayangkan jika ada bisa² gak pulang².


Adakah dari kalian yang juga melakukan hal seperti saya ini, killing time di mini market? Coba share apa yang buat kalian lakukan itu? -cpr

#onedayonepost
#umum
#opini
#killingtime